Kementan Luncurkan Smart Green House Sebagai Digitalisasi Pertanian


Drone Pertanian

Drone Pertanian

Kementerian Pertanian (Kementan) resmi meluncurkan proyek Smart Green House untuk percontohan digitalisasi pertanian hortikultura berbasis Internet of Things (IoT). Pola pertanian yang diterapkan yakni sistem hidroponik yang seluruh proses budidayanya dikendalikan melalui komputer.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementan Dedi Nursyamsi mengungkapkan bahwa Smart Green House tersebut merupakan salah satu implementasi dari smart agriculture yang sedang dibangun oleh pemerintah.

Dedi menjelaskan melalui sistem komputerisasi, produktivitas tanaman hortikultura dapat diperoleh dengan maksimal. Sebab, faktor mikroklimat yang terdiri dari suhu, kelembaban, cahaya, dan nutrisi dikendalikan secara optimal dan dijaga dalam level yang ideal.

“Misalnya, untuk hortikultura suhu optimal adalah 15-20 derajat celcius. Ketika suhu di dalam greenhouse kurang atau melebihi itu, sensor yang dipasang akan mengirim pesan untuk menggerakkan blower dan cooling pen. Begitu juga untuk unsur mikroklimat lainnya,” ujar Dedi dalam pertemuan, dikutip Senin (14/12).

Dedi menyebutkan, saat ini Kementan telah membangun enam unit smart green house yang dibangun di wilayah kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor. Serta dijadikan sebagai tempat belajar para mahasiswa yang dididik untuk menjadi petani muda saat sudah lulus.

“Pola smart green house ini akan menjadi kontinuitas, kualitas, dan tentunya produktivitas tanaman sehingga hasilnya bisa diatur sesuai permintaan off taken (perusahaan penyerap),” tambahnya.

Smart green house ke depan terus diarahkan untuk diadopsi oleh para petani milenial yang berkorporasi sehingga tenaga dan modal bisa mencukupi. Selain itu, keahlian dalam bidang komputerisasi juga harus dimiliki agar dapat mengendalikan sistem dengan tepat.