Kenalkan Kecerdasan Buatan Sejak Dini, Intel Gandeng Kemendikbud


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Intel Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Orbit Future Academy mengumumkan peluncuran program Intel AI for Youth pada hari Selasa, 11 Agustus 2020. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan kemampuan penguasaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di sekolah. Diharapkan dengan adanya program tersebut siswa dapat mengimplementasikan AI sehingga bisa membuat inovasi dan kreasi yang sejalan dengan kebutuhan di era industri 4.0. 

Pada tahap pertama dari program ini akan melibatkan 100 siswa dan 40 guru dari 20 sekolah yang terpilih dari seluruh Indonesia. Para peserta program akan belajar bagaimana mengembangkan solusi berbasis teknologi dengan teknik dan prinsip yang sesuai dengan kurikulum dari Intel. Diharapkan tiap sekolah nantinya mampu untuk mengembangkan solusi dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi di sekolah ataupun di masyarakat. 

Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyambut baik pelaksanaan program ini. Dalam sambutannya Nadiem menyampaikan pentingnya penguasaan keterampilan AI dan logika komputasi untuk memecahkan masalah.

"Indonesia bertransisi dari ekonomi berbasis sumber daya menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Tenaga kerja yang siap dengan keterampilan AI, serta terampil dalam logika komputasi dan kemampuan memecahkan masalah menjadi sangat penting bagi keberhasilan transisi ini," ungkapnya. 

Nadiem menambahkan adanya kebutuhan mendesak untuk dapat menyiapkan siswa agar bisa menguasai teknologi dan siap untuk menghadapi tantangan global.

“Ada kebutuhan mendesak untuk menyiapkan siswa kita agar mahir teknologi dan siap menyongsong tantangan-tantangan di masa depan. Teknologi AI telah digunakan di seluruh dunia untuk memecahkan tantangan sosial, ekonomi, dan kesehatan, termasuk Covid-19," tambahnya. 

Artificial intelligence (AI) merupakan salah satu dari kelima pilar yang digunakan dalam pembuatan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 4 April 2018 lalu. AI for Youth sendiri adalah program Intel yang bersifat global, dimana Indonesia merupakan negara kedua di ASEAN dan kesebelas secara global yang telah tergabung dalam program ini. 

Santhosh Viswanathan selaku Managing Director Intel APJ Territory, sangat antusias dengan bergabungnya Indonesia dalam program ini, Santhosh yakin akan semakin banyak siswa di Indonesia yang siap mengadopsi AI untuk menghadapi tantangan global. 

"Sejalan dengan tujuan 2030 Intel dan tantangan dampak global, kami sangat antusias untuk membawa program Intel AI for Youth ke Indonesia. Program ini akan menyediakan kurikulum AI, sumber daya, dan pendampingan kepada seluruh siswa SMA dan SMK secara nasional, sehingga memungkinkan mereka untuk menjadi bagian dari generasi yang siap AI," ujarnya.

Ilham Akbar Habibie selaku Ketua Kehormatan dan juga co-founder dari Orbit Future Academy menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi diajarkan sedini mungkin disekolah, sehingga remaja Indonesia bisa belajar, beradaptasi dan berpartisipasi dalam era industri 4.0. 

"AI for Youth adalah program inklusif dan multidisiplin yang mendorong partisipasi siswa dan guru, tidak hanya mereka yang memiliki latar belakang matematika, dan fisika. Di Indonesia, demistifikasi (merakyatkan kembali) teknologi diperlukan sehingga remaja kita dapat belajar beradaptasi dan berpartisipasi dalam dunia industri 4.0 di masa depan. Kami sangat senang berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Intel untuk menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan menarik bagi siswa dan guru," ujarnya.