Minimnya Penggunaan Cloud, Telkomsel Rangkul Perusahaan


Telkomsel Logo

Ilustrasi Logo Telkomsel

Cloud computing, salah satu teknologi komputer berbasis internet yang digunakan sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi. Beberapa perusahaan besar di dunia sudah menerapkan teknologi ini seperti Google (google drive) dan IBM (blue cord initiative).
Namun di Indonesia sendiri, teknologi ini belum banyak di terapkan mengingat minimnya pengetahuan sumber daya manusia yang ada mengenai teknologi ini. Padahal dengan penerapan teknologi ini dapat mempermudah proses pengambilan keputusan di perusahaan.

Salah satu perusahaan yang sudah menerapkan teknologi cloud computing ini yaitu Telkom. Telkom merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang jaringan telekomunikasi dan layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia. Anak perusahaan Telkom Indonesia ini terus mengajak industri-industri kreatif di Indonesia untuk memanfaatkan bisnis komputasi awan (cloud computing) di tahun 2020.

"Kita semua perlu bergandengan tangan untuk bersama-sama mengatasi permasalahan implementasi cloud di Indonesia, mulai dari belum banyaknya talenta yang tersedia hingga keterbatasan pengetahuan akan cloud,” ujar Ficky Y P Sagala, Manager Cloud Solution Portfolio Management Telkomsel.

Ficky mengatakan bahwa semua pihak saat ini sudah menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan transformasi digital menjadi hal yang perlu untuk dilakukan oleh para pelaku industri, termasuk salah satunya adalah pemanfaatan teknologi cloud computing. Selain itu, fokus implementasi cloud perlu diarahkan ke segmen enteprise dan institusi pemerintahan. Dalam segmen enteprise, teknologi cloud menjadi salah satu elemen yang mampu memperkuat digitalisasi infrastruktur dan operasional perusahaan.

Teknologi cloud dapat memberikan peluang bisnis baru bagi perusahaan yang dapat berupa B2B (business-to-business) maupun B2C (business-to-customer). Pada B2B, berarti penjualan pada bisnis tersebut diperuntukkan oleh bisnis lain, sedangkan pada B2C, penjuaalan diperuntukkan pada end customer atau konsumen perorangan. Teknologi ini juga diperlukan dalam pemerintahan untuk mendorong percepatan penerapan teknologi itu sendiri.

“Kami pun mengajak para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengoptimalkan teknologi digital untuk menghadirkan cara-cara baru yang memberikan dampak ekonomis dan sosial positif bagi masyarakat luas,” tutup Ficky.