Mudahkan Layanan Kesehatan Digital, StartupIndonesia Hadirkan Asuransi Kesehatan Berbasis AI


Media Digital

Ilustrasi media digital

Masyarakat Indonesia kini semakin dimudahkan dalam layanan kesehatan digital, termasuk untuk memilih jenis asuransi kesehatan dan jiwa. Asuransi kesehatan dan jiwa tak hanya konvensional, tapi sudah merambah secara digital.

Salah satu asuransi kesehatan dan jiwa yang dikemas secara digital adalah Rey. Perusahaan startupIndonesia di bidang asuransi kesehatan ini meluncurkan asuransi model baru yang memadukan produk asuransi jiwa dan kesehatan dengan rancangan ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi secara digital. Rey didirikan Evan Tanotogono (CEO & Co-Founder) dan Bobby Siagian (CTO & Co-Founder).

Produk Rey ini memberikan pelayanan mulai dari pemeriksaan gejala mandiri berbasis Artificial Intelligence (AI), telekonsultasi dengan dokter, hingga pemesanan dan pengiriman obat sesuai resep dokter.

Rey menawarkan paduan produk asuransi dan layanan kesehatan yang dikemas dalam program keanggotaan berbasis langganan. Sistem berlangganan ini dipatok harga mulai dari Ro 69 ribu per bulan. Setelah berlangganan, anggota Rey bisa mendapatkan akses ke ekosistem layanan kesehatan digital kapanpun tanpa biaya tambahan.

CEO sekaligus Co-Founder Rey Evan Tanotogono menjelaskan kemunculan Rey ini berawal dari niat untuk berkontribusi dalam meningkatkan penetrasi asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia melalui metode yang baru.

"Banyak pain points yang kami lihat di industri asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia yang sifatnya mengakar sehingga pendekatan yang Rey lakukan bukan sekadar mendigitalisasi bagian dari proses yang sudah lama ada melainkan mendesain ulang bagaimana seharusnya asuransi kesehatan, jiwa, dan penyakit kritis ditawarkan di Indonesia,” kata Evan, Senin (13/9).

Melansir dari Beritasatu.com, Kehadiran Rey akan semakin memudahkan masyarakat yang menjadi anggota dengan adanya akses layanan kesehatan seperti pengecekan gejala mandiri berbasis AI, layanan telekonsultasi dokter, pemesanan dan pengiriman obat sesuai resep dokter, hingga kunjungan dokter ke klinik dengan aplikasi Rey.

"Dari sisi layanan kesehatan, Rey menitikberatkan lebih kepada kualitas perawatan," tambah Evan. Pada kesempatan yang sama, CTO sekaligus Co-Founder Rey Bobby Siagian menjelaskan kemampuan data dan analitik yang dimiliki Rey akan membantu meningkatkan kenyamanan anggota karena dokter menerima informasi kesehatan menyeluruh dari masing-masing member.

Saat ini, Rey menyediakan 3 macam paket berlangganan (subscription plans), yakni basic, standard, dan premium. Manfaat rawat jalan yang didapatkan member antara lain pemeriksaaan gejala berbasis artificial intelligence (AI) sepuasnya, telekonsultasi chat dengan dokter umum, hingga pemeriksaan dokter umum (offline) gratis hingga 50 kali dalam setahun.