Perkembangan dan Penggunaan IoT di Indonesia Tahun 2021 Diprediksi Meningkat


Ilustrasi Internet of Things

Ilustrasi Internet of Things (IoT)

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memprediksi bahwa ditahun 2021 pengguna Internet of Things (IoT) akan lebih banyak dibandingkan dengan pengguna Smartphone yang terkoneksi. Hal itu diyakikini oleh Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, Anton Setiyawan bahwa perkembangan Internet of Things (IoT) ditahun 2021 akan semakin banyak dan luas.

IoT secara sederhana dapat dipahami pada sebuah konsep ketika segala rupa perangkat yang terkoneksi dengan internet terhubung satu dengan yang lain. Anton menjelaskan bahwa IoT mulai marak di Indonesia pada tahun 2018 dengan beragam perangkat seperti smartwatch. Namun dalam penggunaannya masih meluas sering perkembangan smartcity. Perkembangan smartcity membuat adanya perbandingan dengan smartlight.

“Mengenai perkembangan IoT, pada tahun 2014 diperkirakan 16 miliar perangkat yang terkoneksi dan diperkirakan tahun 2021 itu menjadi 28 miliar. Tetapi saya cek tadi pagi, itu di 2020 sudah 31 miliar perangkat,” jelas Anton, dalam acara BSSN-Huawei Cyber Hunt dengan tema ‘Cybersecurity for IoT’, Kamis (1/10)

Anton juga mengatakan bahwa perkembangan IoT di Indonesia juga sudah termasuk jauh dan diperkirakan pada tahun 2021 jumlah perangkat yang terkoneksi ke internet atau IoT lebih banyak daripada jumlah smartphone yang terkoneksi. Hal itu menjadi perkembangan yang begitu masif, termasuk di Indonesia sendiri.

Teknologi Internet of Things juga masuk ke dalam sektor kesehatan seperti alat memonitor tekanan darah, alat pacu jantung hingga memasukin sektor militer seperti drone. Anton menilai persiapan Indonesia mengenai penggunaan IoT hampir semua berkaitan dengan industri. Karena sebelumnya industri lebih banyak dikendalikan secara manual dan sekarang menjadi bentuk revolusi industri menuju Industri 4.0.

Dilansir dari Tribunnews.com, hal lain menjadi tantangan terbaru bagi Indonesia. apabila teknologi telah tersedia, akankah bangsa Indonesia siap untuk memonitor dan menggerakan teknologi tersebut? Anton menjelaskan bahwa tentunya Sumber Daya Manusia (SDM) tentunya harus tetap dilatih dan dikembangkan agar dapat mengawaki teknologi tersebut. Seperti yang disampaikan bapak Presiden untuk memperkuat sumber daya manusia. BSSN sendiri sedang membangun standar kompetensi nasional Indonesia bidang keamanan siber. Sehingga jika industri sudah siap maka masyarakt juga sudah harus siap dan yang menggunakan teknologi pun juga harus siap.