Schneider Electric Kembangan Platform Digital Berbasis IoT untuk Dukung Smart Hospital


Gedung Schneider electric

Ilustrasi Gedung Schneider electric

Schneider Electric sebagai penyedia solusi teknologi industri 4.0 kembangkan produk arsitektur EcoStruxure for Healthcare yang memungkinkan manajemen rumah sakit untuk mengintegrasikan sistem manajemen bangunan, tata udara, listrik, hingga aset dalam satu platform.

Selain itu, terdapat pula modul prefabrikasi Intensive Care Unit (ICU) yang dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit sesuai dengan standar pedoman teknis prasarana yang berlaku.

Ferry Kurniawan, Country Segment Business Leader, Healthcare & Real Estate Schneider Electric Indonesia mangatakan bahwa EcoStruxure for Healthcare didesain dengan sistem platform terbuka yang berbasis Internet of Things (IoT) untuk dapat mendorong transformasi digital dalam pengelolaan energi dan otomasi.

“Platform ini memberikan visibilitas dan kontrol terhadap seluruh infrastruktur rumah sakit melalui real-time monitoring, mobile insight, kemampuan digital twin, dan manajemen risiko yang proaktif,” tutur Ferry dalam diskusi virtual bertajuk ‘Hadapi Era Normal Baru Melalui Penerapan Teknologi Smart Hospital’ yang diadakan Schneider Electric, Rabu (28/4/2021).

Digitalisasi rumah sakit kemudian harus dapat mengintegrasikan sistem manajemen bangunan, tata udara, listrik, hingga aset seperti alat medis dan layanan konsumen. Hal ini guna menghasilkan wawasan berbasis data yang dapat membantu manajemen rumah sakit untuk mengambil keputusan yang efektif dan tepat sasaran.

Pengambilan keputusan efektif dan tepat sasaran ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pengalaman terbaik dalam hal layanan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan bagi pasien dan keluarga di rumah sakit.

Ferry pun mengklaim bahwa arsitektur EcoStruxure for Healthcare dapat meningkatkan manajemen rumah sakit hingga 15 persen, dan meningkatkan keandalan dan keamanan aset hingga 20 persen.

ExoStruxure for Healthcare juga diklaim mampu mengoptimalkan kinerja jaringan listrik dan mengurangi troubleshooting hingga 20 persen. Optimalisasi ini memungkinkan pencegahan terjadinya kerusakan pada peralatan medis dan bahaya sengatan listrik yang dapat mengancam keselamatan pasien.

Pada hal manajemen gedung, solusi dari Schneider Electric ini memungkinkan manajemen rumah sakit untuk melakukan efisiensi operasional dengan melakukan pemeliharaan yang prediktif dan preventif terhadap kinerja gedung.

“Selain itu, juga memberikan kenyamanan lebih pada pasien dengan memberikan keleluasaan dalam mengatur temperature AC, pencahayaan, dan fasilitas hiburan di ruang perawatan secara mandiri melalui perangkat mobile,” papar Ferry.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia Kuntjoro Adi Purjanto menambahkan bahwa pandemi COVID-19 menjadi sebuah titik balik bagi sektor kesehatan di seluruh dunia.

Hal ini karena sektor kesehatan tidak hanya dituntut sebagai garda terdepan dalam penanganan virus baru yang membutuhkan banyak observasi medis guna memberikan penanganan tepat, melainkan juga harus memastikan kesiapan infrastruktur, sarana dan prasarana rumah sakit untuk dapat menghadapi lonjakan pasien.

“Guna memperkuat infrastruktur operasional, sejak beberapa tahun terakhir sektor rumah sakit juga sudah mulai mengarah pada penerapan teknologi smart hospital. Ke depannya, digitalisasi ini akan semakin dibutuhkan di era normal baru,” kata Kuntjoro.

Menurut Kuntjoro, manajemen rumah sakit perlu untuk melakukan pemetaan terhadap strategi digital yang akan dilakukan dengan lebih komprehensif. Tindakan ini perlu dilakukan agar dapat memaksimalkan keamanan, efisiensi operasional, serta menciptakan pengalaman terbaik bagi pasien dan keluarganya.