Sektor Medis Harus Utamakan Etika dan Keamanan Data dalam Kemitraan Digital


Infrastruktur Digital

Ilustrasi Infrastruktur Digital

Mira Tayyiba, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika ingatkan empat hal penting yang harus diperhatikan sektor medis dalam melakukan kemitraan digital, antara lain adalah etika, keamanan data, pemanfaatan big data, serta prinsip kedaulatan kemandirian digital.

“Untuk semakin mewujudkan Indonesia sebagai sebuah negara banga digital yang maju, maka penting kerja sama digital di sektor medis atau kesehatan untuk memperhatikan beberapa hal,” ujar Mira dalam peluncuran aplikasi telemedis secara virtual, Senin (1/3/2021).

Pertama, sektor kesehatan harus memperhatikan etika dalam kerja sama digital. Mira menjelaskan, etika perlu diperhatikan dalam menghadapi potensi perkembangan teknologi yang masif dan cepat di sektor kesehatan. Implementasi teknologi termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) harus mempertimbangkan etika serta bersifat non-diskriminatif.

Perlindungan data pribadi yang berkaitan dengan keamanan siber atau cybersecurity juga menjadi hal yang harus diperhatikan dengan seksama. Pengelolaan serta pengamanan data pengguna menjadi prinsip perlindungan data pribadi yang taat hukum serta harus selalu diterapkan.

Pemanfaatan big data guna mengembangkan pelayanan kesehatan Indonesia juga harus terus dilakukan agar teknologi dapat diimplementasikan dengan baik. Namun, dalam pelaksanaannya pun prinsip-prinsip keamanan data harus tetap dipertimbangkan.

“Keempat, Bapak Presiden Joko Widodo menekankan bahwa transformasi digital Indonesia harus berdasarkan prinsip kedaulatan dan kemandirian digital,” kata Mira.

Menurut Mira, transformasi digital harus menghasilkan sebuah solusi yang dapat menguntungkan semua pihak tanpa terkecuali. Transformasi digital yang tetap patuh pada etika dan memanfaatkan big data dengan baik dan aman dapat mewujudkan hal tersebut.

Guna mewujudkan transformasi digital yang diharapkan, Kominfo pada 1 Maret 2021 telah mengumumkan kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan untuk aplikasi Good Doctor dan GrabHealth. Good Doctor memiliki misi untuk menghadirkan satu dokter bagi setiap keluarga di seluruh Indonesia.

“Kolaborasi ini merupakan salah satu wujud nyata transformasi digital yang menyetarakan sekaligus memperkuat Indonesia. Semoga kolaborasi ini bisa terus kita tingkatkan untuk segera mewujudkan Indonesia yang pulih dalam kesehatan dan bangkit perekonomiannya,” tutur Mira.

Mira pun mengungkap, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sektor informatika dan komunikasi (infokom) serta jasa kesehatan menjadi sektor yang memiliki pertumbuhan tertinggi sepanjang 2020.

Maka dari itu, Mira menilai bahwa pengembangan ekosistem kesehatan digital di Indonesia penting untuk dilakukan guna mendukung akses kesehatan yang merata bagi masyarakat, termasuk percepatan vaksinasi nasional.


Bagikan artikel ini