Percepat Transformasi Digital Melalui Teknologi Cloud, Semen Indonesia Jalin Kerja Sama dengan AWS


Cloud Provider

Ilustrasi Cloud Provider

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) melakukan percepatan transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi cloud. Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan, fleksibilitas, dan keamanan sistem teknologi informasi dan komunikasi yang dimiliki SIG.

"Transformasi digital SIG fokus pada proses bisnis utama mulai produksi, supply chain, keuangan, pemasaran, serta penjualan," kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG Andriano Hosny Panangian dalam keterangan tertulisnya Selasa (27/9/2022).

Sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan, SIG memiliki wilayah operasional yang tersebar di wilayah Indonesia dan Vietnam, mencakup pabrik semen terintegrasi di delapan lokasi, pabrik pengemasan di 26 lokasi, enam pabrik penggilingan semen dan tujuh pelabuhan, dengan didukung 306 distributor baik di Indonesia maupun di Vietnam (TLCC) beserta akses ke 70.000 toko bangunan ritel di Indonesia.

Andriano mengatakan dengan spektrum operasional luas, SIG memiliki inisiatif strategis untuk meningkatkan efisiensi melalui beragam program di seluruh unit usaha dengan memanfaatkan solusi teknologi. Teknologi cloud menyediakan beragam solusi teknologi yang dibutuhkan untuk mewujudkan inisiatif strategis tersebut, termasuk teknologi komputasi, penyimpanan data, analitik, internet of things (IoT) dan keamanan. Teknologi cloud juga memungkinkan SIG menangani kompleksitas dan skalabilitas operasional Perusahaan dengan tetap menjaga performa dan keandalan.

SIG meyakini bahwa kemampuan beradaptasi dan menganalisis data merupakan faktor penting untuk memastikan keberlangsungan dan meningkatkan daya saing perusahaan. "Karena itu, kami berusaha menjadikan data sebagai bagian esensial dari setiap pengambilan keputusan di seluruh kegiatan operasional perusahaan untuk memastikan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan pelanggan dengan lebih baik,” kata Andriano.

Andriano menyampaikan, transformasi digital SIG tidak hanya berhenti pada ruang lingkup internal perusahaan. Transformasi digital merupakan landasan bagi perusahaan untuk melakukan inisiatif lebih jauh guna meningkatkan pendapatan, seperti pemberdayaan komunitas, optimalisasi jaringan distribusi, dan pemasaran untuk mengakuisisi pelanggan baru. Selain itu transformasi digital harus mendukung terlaksananya komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Group Head Information & Communication Technology SIG, Anindio Daneswara menambahkan, SIG memanfaatkan teknologi cloud dalam melakukan standarisasi untuk menyederhanakan proses penyediaan sumber daya teknologi informasi sekaligus meningkatkan faktor keamanan dan keandalannya. SIG juga dapat menggunakan banyak pilihan teknologi yang tersedia di cloud, meliputi pemrosesan dan penyimpanan data, serta pengembangan lebih jauh dengan memanfaatkan kemampuan data analytics dan artificial intelligence (AI)

Saat ini kata dia, Group ICT SIG berhasil melakukan migrasi 90% dari sistem aplikasi prioritas dan utama ke cloud. Migrasi ini diperkirakan akan meningkatkan kecepatan proses komputasi hingga 1,6 kali dan berkontribusi pada peningkatan efisiensi penggunaan computing resources sebesar 20%.

"Secara umum, dengan cost leadership dari penggunaan teknologi cloud, kita mempunyai potensi penurunan biaya operasional sekitar 30%-40% serta meningkatkan faktor keamanan dengan teknologi yang tersedia di cloud,” ungkap Anindio.


Bagikan artikel ini