Sprint, Sistem Kecerdasan Buatan untuk Ruang Berita milik RRI


Artificial Intelligence

Ilustrasi Artificial Intelligence

Lembaga penyiaran Publik Radio Republik Indonesia tengah membangun dan mengembangkan istem ruang berita terintegrasi (integrated newsroom system) berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat di era digitalisasi.

“Kecerdasan buatan yang dibangun oleh RRI, harus terbebas berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, ataupun yang mengancam keutuhan NKRI,” ucap Direktur Utama LPP RRI Mohammad Rohanudin di Purwokerto yang dikutip dari media online, Jumat (18/12).

Rohanudin mengungkapkan dengan adanya sistem kecerdasan buatan, data yang sedang diproses dan dimasukkan dalam “big data” RRI harus diverifikasi oleh tim dari LPP itu. “Hal ini yang membedakan antara AI milik RRI dan milik lembaga lainnya. AI milik RRI ini dinamakan Sprint, yang sudah dibangun satu tahun lalu,” kata Rohanudin.

“Sprint berisikan data-data kekayaan data RRI, terutama kekayaan jurnalistik digital yang dibangun sejak tahun 2013, pada saat itu saya menjadi Direktur Teknologi Media Baru. Dalam konteks jurnalistik RRI nanti akan berisi, budaya-budaya lokal dari seluruh Indonesia yang sekarang dikumpulkan. Siaran-siaran RRI didalam analog, saat ini sedang digitalisasi,” tambah Rohanudin.

Menurut Rohanudin, Sprint milik LPP RRI ini akan berisi siaran, berita, dan data lainnnya dari RRI seluruh Indonesia, mulai dari zaman perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.

Berhubungan dengan hal tersebut, Rohanudin meminta angkasawan RRI di seluruh Indonesia, untuk ikut membantu mengumpulkan bahan-bahan yang disiarkan, termasuk mengubah dari piringan hitam, kaset, dan lainnya ke format digital.