Teknologi 5G, AI, Hingga Cloud Dinilai Bisa Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia


Digitalisasi

Ilustrasi Digitalisasi

Ekonomi digital saat ini disebut sebagai motor penggerak andalan di Indonesia untuk memulihkan perekonomian nasional yang saat ini terdampak pandemi. Pada proses meningkatkan ekonomi digital sendiri, penggunaan teknologi seperti 5G, artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, hingga cloud computing menjadi sebuah keniscayaan.

Muhammad Faisol, President Director Lintas Teknologi Indonesia (LTI) menyampaikan bahwa saat ini ketersediaan teknologi semakin meluas. Teknologi seperti mobile, AI, cloud computing, data analytics, dan big data disebut Faisol secara dramatis telah mengubah kehidupan, dari kerja sampai ke interaksi antar manusia.

“Industri telekomunikasi berperan penting dalam memungkinkan revolusi digital berlangsung di sekitar kita. Ada lima sektor yang terpengaruhi revolusi digital, antara lain adalah industri media dan hiburan, listrik, logistik, otomotif, dan e-commerce,” jelas Faisol dalam diskusi virtual, Selasa (23/11/2021).

Jaringan 5G yang belum lama ini ada di Indonesia pun juga berperan penting, karena dapat pula memberikan kontribusi bagi ekonomi negara. Faisol menuturkan bahwa jaringan 5G bisa membuka banyak peluang bisnis di dunia enterprise atau B2B, sehingga penggelaran 5G menjadi titik kebangkitan ekonomi Indonesia secara masif.

Sementara Ketua Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir mengatakan, Indonesia adalah salah satu yang terbaik serta kondusif dalam sisi iklim digital secara global. Hal ini dilihat dari sisi pertumbuhan yang sangat besar dan pasar yang punya potensi dibandingkan dengan negara lain.

Selain itu, adanya perusahaan teknologi yang melantai bursa juga dinilai memberikan sinyal positif. Perusahaan teknologi ini bisa menarik investor untuk masuk ke pasar teknologi di Indonesia, yang kemudian berujung pada berkembangnya ekonomi digital nasional.

“Adanya potensi digital yang besar di Indonesia membuat kita perlu melakukan edukasi terhadap masyarakat serta meningkatkan literasi digital masyarakat agar dapat terdorong untuk melakukan transaksi secara digital,” tutur Pandu.

Pandu pun menambahkan bahwa faktor lain yang perlu diperhatikan adalah infrastruktur digital yang ada. Infrastruktur digital perlu diperhatikan pula agar konektivitas digital yang ada semakin kuat sehingga dapat meningkatkan hingga mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.


Bagikan artikel ini