Traveloka dan Halodoc Gunakan Teknologi Cloud Computing


cloud

 

Sejumlah startup digital atau perusahaan rintisan teknologi di Indonesia tumbuh berkembang dengan menggunakan teknologi Cloud Computing atau komputasi awan. Amazon Web Services (AWS), anak usaha Amazon.com menyatakan potensi industri startup di Indonesia cukup besar. Layanan AWS saat ini banyak digunakan oleh startup lokal, termasuk unicorn seperti Gojek, Traveloka, Halodoc, Traveloka, Grab, Moka, dan lainnya.

Pada acara AWS (Amazon Web Services) Startup Day 2018 di Hotel Westin, Kamis (20/9/2018), Jonathan Sudharta, CEO HaloDoc menyatakan bahwa sebagai penyedia aplikasi solusi kesehatan, HaloDoc mengandalkan layanan cloud dari AWS. AWS membentuk sistem jaringan data kesehatan termasuk lebih dari 1000 apotek, ratusan rumah sakit dan ribuan para mitra dokter.

"Komputasi awan memudahkan kami untuk menyediakan aplikasi solusi kesehatan. Cloud memudahkan kami membentuk sistem jaringan data kesehatan antara dokter, apotek, rumah sakit, dan para pasien. Aplikasi kami bertujuan untuk menghubungkan dokter dengan pasien," ujar Jonathan.

Sementara Traveloka sebagai perusahaan rintisan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring juga salah satu pengguna layanan AWS di Indonesia. Denni Gautama, VP of Engineering Traveloka menjelaskan dengan menggunakan AWS, manfaat yang didapatkan adalah bisa membawa produk baru ke pasar lebih cepat dari sebelumnya, bisa mengerjakan lebih banyak hal dengan lebih sedikit usaha serta menciptakan keluwesan, scalability, keandalan dan keamanan.

"Penggunaan komputasi awan memudahkan kami mempercepat produk sampai ke pasar. Dengan begitu, kami bisa mengerjakan hal dengan lebih sedikit usaha," kata Denni.

Komputasi awan merupakan suatu pengembangan dari gabungan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan), yang dapat berpengaruh terhadap perekonomian bisnis, industri, kota-kota, bahkan negara. Cloud computing terdiri dari penyimpanan, database, server atau jaringan yang menggunakan internet. Solusi ini diharapkan dapat digunakan pada perusahaan rintisan serta UMKM untuk terus berinovasi dalam menjalankan bisnisnya.

Sementara Chief Technology Officer Amazon.com, Dr. Werner Vogels menyatakan cloud merupakan sebuah keniscayaan akan meningkatkan kapasitas perusahaan lokal. AWS menyediakan platform komputasi awan on-demand untuk individu dan organisasi di seluruh dunia, telah membantu beberapa startup dan UKM di Indonesia.

”Sejak AWS dibentuk pada 2006, kami percaya bahwa komputasi awan akan bisa memangkas ongkos pengelolaan infrastruktur dibandingkan penyimpanan data dengan cara konvensional. Komputasi awan juga lebih cepat dan keamanan sibernya lebih terjamin," kata Vogels.

AWS telah mengubah biaya untuk memulai bisnis secara radikal. Sementara nilai investasi dari para pemodal ventura pada perusahaan rintisan telah meningkat dua kali lipat sejak dibukanya layanan AWS. Selain itu lebih banyak investasi yang mendapatkan return yang lebih tinggi secara signifikan

Nick Walton, managing director AWS untuk wilayah ASEAN, mengatakan bahwa teknologi AWS memungkinkan pelanggan, termasuk perusahaan berskala besar, untuk meningkatkan fleksibilitas dan kelincahan mereka. Dia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan berskala besar perlu berinovasi seperti yang dilakukan startup untuk mendapatkan pijakan yang kuat di era digital. Nick mengharapkan bahwa AWS dapat membantu perusahaan rintisan meningkatkan operasi mereka dan memperluas skala bisnisnya. AWS juga telah membentuk kemitraan dengan inkubator, akselerator, dan investor pemula untuk mendukung startup.