UII Kembangkan Alarm Gas Medis Digital Berbasis Teknologi IoT


Universitas Islam Indonesia

Universitas Islam Indonesia

Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan atau Simpul Tumbuh Universitas Islam Indonesia (UII) menjalin kerja sama dengan PT Putra Medikaltek Indonesia. Kemitraan dengan perusahaan produsen alat kesehatan ini berfokus pada penelitian dan hilirisasi penelitian dalam pengembangan Alarm Gas Medis Digital (Algist-IoT).

Dr. Arif Wismadi, Direktur Simpul Tumbuh UII mengatakan bahwa Algist adalah inovasi produk sistem instalasi gas medis rumah sakit. Alat yang awalnya dikembangkan oleh tiga alumni UII yaitu Fanriado, Gilang, dan Hasyim ini sendiri telah memiliki standar acuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Gas Medik dan Vakum Medik.

Arif menuturkan, perkembangan teknologi serta permintaan pasar saat ini kemudian mendorong pengembangan produk ALGIST dengan fitur Internet of Things (IoT) bersama dengan Tim Konsorsium COVID-19 UII yang diketuai Dr Firdaus dan diinisiasi LPDP dan Kemenristek/BRIN.

“Besar harapan produk Algist-IoT bisa menjawab berbagai permasalahan dan menjadi produk unggulan karya anak bangsa pada sistem instalasi gas medik dan vakum medik, karena sejauh ini produk-produk yang beredar di pasaran Indonesia didominasi oleh produk-produk impor,” kata Arif, Minggu (2/5/2021).

Sementara itu, Direktur Utama PT PMI, Gilang Putra Pradana mengatakan bahwa ia berharap pengembangan Algist-IoT dapat memberi kemudahan bagi tenaga medis. Hal ini karena setiap rumah sakit memiliki standar untuk sentral penyimpanan gas yang disalurkan untuk pasien.

Algist-IoT kemudian dapat menjadi solusi untuk memonitor besarnya tekanan gas yang bisa berpengaruh terhadap kinerja alat, terutama dengan alat medis seperti ventilator yang membutuhkan tekanan gas terjaga. Jika tekanan gas berlebih, maka kinerja ventilator bisa terdampak bahkan mengakibatkan kerusakan alat.

ALGIST bisa memberikan alarm ketika terdapat tekanan gas berlebih ataupun persediaan gas telah menipis. Fungsi tambahan IoT bertujuan agar alat bisa dilihat, dikendalikan, dan dikontrol secara jarak jauh dari ruang sentral gas.

“Kami memiliki cita-cita untuk berkolaborasi dengan adik-adik kami untuk membangun industri dalam negeri yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Gilang.