BPPT Harapkan Masyarakat Menguasai Teknologi dalam Transformasi Industri 4.0


Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dr. Hammam Riza, M.Sc.

Negara Indonesia masih berada diperingkat ke-85 dalam negara ASEAN di indeks inovasi dunia selama empat tahun terakhir. Sementara negara-negara tetangga di kawasan regional Asia melakukan pergerakkan dan kemajuan. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza mengatakan “Dalam membangun indonesia 4.0 dan mengejar peringkat indeks inovasi dunia dengan mewujudkan iptek sebagai penghela pertumbuhan perekonomian Indonesia dengan membangun ekosistem inovasi” pada Rabu (23/9/2020) dalam sambutannya di webinar Pekan Industri 4.0 Online : AI di Era Industri 4.0.

Hammam Riza menjelaskan cara membangun Indonesia 4.0 dengan meningkatkan daya saing inovasi Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Karena visi BPPT pada tahun 2040 adalah menjadikan iIndonesia sebagai negara maju dengan strategi AI serta masuk dalam peringkat top five. Strategi prioritas nasional untuk membangun Indonesia 4.0 dengan sebuah roadmap atau peta strategi Indonesia dalam implementasi memasuki Industri 4.0 untuk mencapai 10 besar ekonomi terkuat dunia di tahun 2030 yaitu perbaikan alur aliran mineral, mendesain ulang zona industri, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, menerapkan insentif investasi teknologi, dan pembentukan ekosistem inovasi.

Hammam menjelaskan bahwa negara Indonesia berhenti diperingkat 85 sebagai negara ASEAN di indeks inovasi dunia dikarenakan kita itu tidak memerhatikan indikator kemajuan, daya saing, global, dan indikator terkait dengan daya saing inovasi sehingga dibutuhkan upaya-upaya untuk menerobos era industri 4.0 ini agar kita tidak sekedar berbicara mengenai industri 4.0 namun dengan melakukan upaya tersebut agar kedepannya dapat membangun realita inovasi nasional.

Hammam mengungkapkan “Artificial merupakan bagian penting transformasi digital dalam proses melakukan transformasi industri. Transformasi digital akan menjawab tantangan revolusi industri 4.0 ini menjadi sebuah keniscayaan bagi Indonesia dalam mengejar pertumbuhan ekonominya.” Pemerintah sangat serius untuk melakukan transformasi digital, tidak saja dalam rangka peningkatan efektifitas, efisisiensi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, tetapi sekaligus juga untuk mengantisipasi keadaan luar biasa, seperti halnya keadaan Pendemi Covid-19 ini. Untuk itu Presiden Republik Indonesia telah menerbitkan arahan percepatan transformasi digital.

Making Indonesia 4.0 sama saja dengan membahas enam sektor industri. Transformasi Digital menjadi milestone bagi enam sektor industri. Milestone yang harus mengatakan making indonesia 4.0 itu adalah melaksanakan transformasi digital di berbagai sektor industri seperti otomotif, tekstil, food and beverages, elektronika, dan lain-lain. Hammam menyebutkan transformasi digital sebagai keniscayaan untuk mematuhi semua protokol kesehatan tapi sekaligus tetap produktif dalam mengejar pemulihan ekonomi.

Revolusi peradaban yang menuntun masyarakat dalam revolusi industri 4.0 adalah Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big data and Cloud Computing. Hal ini merupakan bagian dari penguasaan teknologi yang harus dilakukan dan menjadi juga mandat bagi BPPT. BPPT sendiri harus menguasai teknologi dan menjamin keberhasilan penerapannya. BPPT juga harus mendorong agar seluruh ekosistem inovasi bisa menguasai teknologi.

AI mengharapkan masyarakat untuk bekerja keras agar bisa membangun berbagai kebutuhan daripada transformasi digital tersebut. Strategi pembangunan transformasi digital 2020-2024 menurut BPPT dengan cara perluasan broadband, Integrasi layanan dan infrastruktur SPBE, pemanfaatan infrastruktur TIK, Penguatan SDM digital, penguatan industri TIK dalam negeri, adopsi teknologi Big Data dan Internet of Things.

Hammam menyampaikan harapan yang masih dalam bentuk strategi nasional dalam membangun kecerdasan artifisial  Indonesia selain cloud computing, big data and analytics, IoT and robotic sebagai teknologi yang harus masyarakat Indonesia kuasai dalam memajukan transformasi digital. AI dilihat dari berbagai aspek dan kerangka besar transformasi digital tentang AI yang trustworthy, AI yang aman, dan AI yang memiliki ideologi Pancasila. BPPT mengharapkan bahwa AI dapat menjadi sebuah ekosistem dari inovasi karya Indonesia didalam revolusi industri 4.0.