DIGITECH 2018: Bagaimana Kesiapan Pemerintah di Era Industri 4.0?

  • 28 Nov 2018 15.30 WIB

Arah Indonesia 4.0

Dalam acara DIGITECH 2018, ada beberapa instansi pemerintah yang terlibat dalam acara tersebut, tercatat Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dewan TIK Nasional (WANTIKNAS) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Lantas bagaimana kesiapan pemerintah dalam menghadapi era industri 4.0 di Indonesia?

Dalam sesi keynote Ngakan Timur Antara, selaku Kepala Badang Penelitiaan dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian yang mewakili Menteri Perindustrian menyampaikan beberapa hal penting sebagai berikut:

  • Industri 4.0 dapat merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia melalui inisiatif "Making Indonesia 4.0" yang telah diluncurkan pada 4 April 2018.
  • Indonesia telah menetapkan 10 prioritas nasional untuk "Making Indonesia 4.0"
  • 5 sektor dipilih untuk dijadikan sektor prioritas dalam program "Making Indonesia 4.0". Kelima sektor tersebut adalah: Makanan & Minuman, Tekstil, Otomotif, Elektronik dan Kimia. 
  • Indonesia telah berhasil membangun siklus ekonomi yang sehat, sehingga menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.
  • 15 tahun kedepan akan menjadi "masa emas" bagi Indonesia yang akan menikmati bonus demografi.
  • Kesiapan SDM Indonesia adalah salah satu kunci utama untuk bisa bersaing di era industri 4.0.

Sementara itu Herry Abdul Azis, selaku Staff Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Teknologi yang mewakili Menteri Komunikasi dan informatika, menyampaikan beberapa poin penting bagaimana pemerintah sebagai regulator, fasilitator dan akselerator dalam menghadapi era Industri 4.0 yang dijelakan dalam gambar berikut: 

Presentasi Kemkominfo

Mayjen TNI (Mar) Dr. Suharyanto, S.E.M.M. sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengendalian BSSN dalam sambutannya yang mewakili Kepala BSSN menyampaikan, tentang ancaman siber pada era revolusi industri 4.0 dan bagaimana peran BSSN dalam mengamankan bisnis digital di era industri 4.0. "Sangat penting bagi para pelaku industri untuk menjaga keamanan siber, organisasi perlu menyiapkan langkah pengamanan di era bisnis digital dan era industri 4.0 ini", pungkasnya. 

Dr.-Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS), memberikan sambutan dengan tema "Arah Indonesia 4.0", dan bagaimana peran WANTIKNAS sesuai dengan KEPPRES No. 1 tahun 2014. "Revolusi industri 4.0 menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru dan menjadi lompatan besar bagi ekonomi Indonesia, namun pemerintah harus beradaptasi dalam menghadapapi perubahan dampak dari revolusi industri 4.0 ini", ujarnya.