AI Sampai IoT, Ini 6 Aspek yang Butuh Dukungan Regulator untuk Transformasi Bank Digital


Ilustrasi Bank

Ilustrasi Bank

Chief of Staff Citi Indonesia, Tandy Cahyadi menuturkan bahwa sektor perbankan membutuhkan dukungan regulator untuk bisa melakukan transformasi menjadi bank digital. Regulator yang dimaksud, diantaranya adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

“Kita mengenali satu hal yang mana dalam sebuah dunia digital bank itu sebuah entitas yang diatur regulator. Oleh karena itu, dukungan dari regulator pasti diperlukan untuk bank bisa bertransformasi secara digital,” jelas Tandy dalam acara daring Bisnis Indonesia Finance Outlook 2022, Rabu (24/11/2021).

Menurut Tandy, terdapat enam aspek yang harus memperoleh dukungan dari regulator seperti BI ataupun OJK, terutama dalam menciptakan transformasi digital bagi bank. Keenam aspek tersebut adalah artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, data analytics, financial management atau financial wellbeing software, internet of things (IoT), inovasi fintech, dan banking as a service.

Tandy kemudian melanjutkan bahwa enam aspek tersebut harus memperoleh dukungan penuh dari regulator, meskipun regulator sendiri tidak memiliki tugas yang mudah. Hal ini karena regulator juga harus menemukan keseimbangan antara mendukung inovasi dan di saat yang bersamaan pula, harus melindungi nasabah, klien, hingga pasar.

“Jadi ini semua menjadi perhatian dari regulator, bagaimana bisa berkembang sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman untuk para pelaku industri maupun konsumennya,” kata Tandy.

Berkaitan dengan perhatian regulator untuk mendukung transformasi digital perbankan di Indonesia, Tandy melihat bahwa regulator di Indonesia sudah berada di jalur yang benar dengan mengeluarkan beberapa regulasi seperti POJK No. 12/POJK.03/2021, POJK No.13/POJK.03/2021, dan POJK No. 14/POJK.03/2021.

Maka dari itu, pihaknya pun optimis dengan peraturan dari OJK, transformasi digital yang diperlukan oleh Citi Indonesia maupun perbankan secara umum dapat didukung dan berlangsung dengan baik sesuai dengan kebutuhan zaman digital saat ini.

Sementara di sisi lain, Tandy pun melihat bahwa Bank Indonesia juga ada di jalur yang benar dalam mendukung transformasi digital perbankan di Indonesia. Terutama dengan CIti Indonesia yang tengah bersiap untuk melakukan implementasi BI-Fast, yang merupakan langkah positif sekaligus produktif.

“Kami optimis bahwa dengan infrastruktur payment system Bank Indonesia beserta dengan target-targetnya, tinggal bagaimana kita yang ada di industri sebagai pelaku industri mendukung regulator,” tutur Tandy.

Sebagai penutup, Tandy pun menyampaikan bahwa perbankan juga harus terus melihat tren yang ada di dunia, sehingga bisa melakukan adaptasi dengan berbagai perubahan yang masih akan terus terjadi di masa yang akan datang.


Bagikan artikel ini