Teknologi AI Bantu NASA Identifikasi Kawah Baru di Mars


Astronomi

Ilustrasi Astronomi

Para ilmuwan dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di Pasadena, California mengumumkan bahwa mereka telah menggunakan kecerdasan buatan (AI) baru untuk mengidentifikasi fitur dan tanda geologi di permukaan planet Mars. Para ilmuwan JPL mengajarkan alat baru ini untuk mengenali dan menandai kawah potensial di Mars.

Jika peneliti membutuhkan 40 menit untuk meneliti data-data, AI hanya membutuhkan waktu 5 detik saja. Disebutkan alat AI baru ini telah berhasil mengidentifikasi sekelompok kawah kecil yang belum ditemukan sebelumnya di permukaan Mars.

Menurut pernyataan NASA, para ilmuwan menghabiskan hingga 40 menit untuk menganalisis setiap gambar yang diambil oleh Kamera Konteks Mars Reconnaissance Orbiter (MRO). Mereka harus mencari melalui ribuan gambar, banyak atau sebagian besar di antaranya mungkin tidak menghasilkan penemuan baru atau hasil ilmiah yang menarik.

Menurut Ingrid Daubar, ilmuwan di JPL dan Brown University yang terlibat dalam penelitian ini, AI masih belum memiliki semua keterampilan kritis atau kemampuan yang disempurnakan seperti ilmuwan manusia. Jadi pekerjaan pengklasifikasi komputer masih harus diperiksa

Gary Doran adalah ilmuwan komputer di JPL yang juga bekerja pada pengklasifikasi. Dia mengatakan bahwa AI belum "cukup terlatih" untuk memahami nuansa antara fitur yang mungkin tampak serupa pada gambar beresolusi rendah yaitu, gambar yang mungkin tampak agak buram atau berpiksel, tetapi sebenarnya sangat berbeda.

Doran melatih pengklasifikasi AI untuk "berpikir" tentang gambar yang dilihatnya. Semua pelatihan dimulai dengan satu set label serta sekumpulan gambar latar belakang yang tidak berdampak, sehingga pengklasifikasi dapat belajar membedakan kawah ini dari fitur lain di permukaan.

"Ada beberapa fitur yang secara visual sangat mirip dengan kawah tubrukan baru. Misalnya, bukit pasir gelap mungkin tampak seperti bintik hitam yang terbentuk dari kawah tubrukan baru. Seorang ilmuwan terlatih dapat membedakan ini secara visual, tetapi algoritmanya belum cukup baik untuk melakukan ini," kata Doran.

Berkat hasil karya ilmuwan komputer NASA dan asisten klasifikasi AI baru mereka, kelompok kecil kawah di permukaan Mars dapat ditemukan lebih cepat. Keberhasilan AI di Mars Reconnaissance Orbiter juga kemungkinan besar akan berdampak pada misi Mars lainnya, serta penelitian yang terjadi di tempat lain di luar angkasa, dan bahkan di Bumi.