Badan Siber Prancis Batasi Kehadiran Huawei di Negaranya


Huawei

Huawei

Baru baru ini teknologi 5G milik Huawei dibatasi oleh Prancis. Otoritas Prancis memberikan peringatan kepada operator telekomunikasi yang berencana untuk membeli peralatan Huawei 5G. Begitu masa kerjasama berakhir, lisensi untuk peralatan tidak akan dapat diperbarui. Dengan demikian, perusahaan jaringan seluler milik China itu secara efektif akan terhapus dari negara Prancis.

Badan Keamanan Siber Prancis (ANSSI) mengatakan penggunaan peralatan Huawei dalam peluncuran jaringan telekomunikasi 5G di Prancis tidak sepenuhnya dilarang. Pihaknya masih akan mengizinkan operator telekomunikasi untuk menggunakan peralatan Huawei, di bawah lisensi tiga sampai dengan delapan tahun. Namun ANSSI mendorong perusahaan telekomunikasi di Prancis, agar menghindari menggunakan peralatan perusahaan China dan beralih ke penyedia jaringan lainnya.

"Yang bisa saya katakan adalah bahwa tidak akan ada larangan total, Tapi untuk operator yang saat ini tidak menggunakan Huawei, kami mendorong mereka untuk tidak menggunakannya. Bagi mereka yang sudah menggunakan Huawei, kami memberikan otorisasi untuk jangka waktu yang bervariasi antara tiga dan delapan tahun " ujar Guillaume Poupard selaku Kepala ANSSI kepada surat kabar Les Echos dalam sebuah wawancara, Senin (06/07/2020).

Keputusan Pemerintah Prancis yang hanya memberikan izin penggunaan peralatan Huawei selama tiga hingga delapan tahun saja, akan sangat berpengaruh bagi dua operator telekomunikasi di negeri mode tersebut yakni Bouygues Telecom dan SFR. Sekitar setengah dari jaringan seluler milik kedua perusahaan tersebut, saat ini dibuat oleh Huawei. Sedangkan operator telekomunikasi utama di Prancis lainnya, leader Orange dan Iliad, sejauh ini lebih mengandalkan Nokia dan Ericsson.

Poupard menjelaskan bahwa operator yang belom menerima otorisasi eksplisit untuk menggunakan peralatan jaringan 5G Huawei bisa mempertimbangkan non-respons setelah batas waktu yang sah sebagai penolakan atas permintaan mereka mulai pekan depan. Menurutnya, tindakan ini dilakukan untuk melindungi kemerdekaan Prancis, dan bukan sebagai tindakan permusuhan terhadap China.

"Ini bukan menghina Huawei atau rasisme Anti-China. Yang kami katakan adalah bahwa risikonya tidak sama dengan pemasok Eropa dibandingkan dengan non-Eropa," jelasnya.

Pembatasan seperti itu, bagaimanapun, akan menjadi penghilangan secara de facto dari Huawei dalam jaringan 5G Prancis pada 2028. operator telekomunikasi akan kesulitan mengambil risiko berinvestasi dalam peralatan Huawei. Padahal teknologi seluler 5G membutuhkan setidaknya delapan tahun untuk menghasilkan pengembalian investasi. Menurut sumber yang menolak disebutkan namanya, pemberian izin lisensi tiga sampai delapan tahun ini, sama saja dengan melarang penggunaan Huawei secara halus.

Sebelumnya Amerika Serikat melayangkan tuduhan terhadap Huawei. AS mengatakan bahwa Pemerintah China menggunakan peralatan 5G Huawei tersebut untuk memata-matai. Karena itu AS mendesak sekutunya untuk tidak menggunakan jasa dari perusahaan telekomunikasi China tersebut. Huawei dan pemerintah China sendiri telah berkali -kali membantah tuduhan tersebut.
Inggris sebagai sekutu AS, telah mengikuti kebijakan AS tersebut.