Bio Farma Gunakan IoT Sebagai Pelacak Distribusi Vaksin Covid-19


Distribusi Alat Medis Covid-19

Ilustrasi Distribusi Alat Medis Covid-19

Bio Farma yang ditetapkan pemerintah sebagai Badan Usaha Milik Negara produsen vaksin dan antisera tengah menyiapkan sistem pelacakan berbasis Internet of Things (IoT) untuk distribusi vaksin COVID-19 di Indonesia.

Juru Bicara Vaksin COVID-19 Bio Farma, Bambang Heriyanto mengungkapkan bahwa sistem pelacakan ini disiapkan demi pendistribusian yang terlacak dan bisa  sampai ke masyarakat.

“Distribusi sendiri memang sebuah tantangan, karena Indonesia adalah negara kepulauan, dan penduduknya juga banyak. Saat ini, kita sedang mengembangkan sistem yang mengandalkan sistem informasi, untuk mempermudah monitoring distribusi. Ini dinamakan Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV) yang berbasis IoT,” ujar Bambang yang dikutip dari Antaranews, Kamis (11/2).

Untuk pengiriman vaksin ini, Bambang menjelaskan Bio Farma menyediakan satu sistem seperti barcode baik di kemasan vaksin, vial, maupun dusnya, sehingga dapat melacak keberadaan vaksin maupun mutunya secara digital.

Penyimpanan vaksin harus sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) untuk menjaga kualitas vaksin agar tetap terjaga saat diterima oleh petugas kesehatan di berbagai daerah. “Pengiriman vaksin ini, kita juga harus menjaga suhunya, sehingga untuk distribusi, kita perlu memakai truk berpendingin. Kita tetapkan sensor temperatur yang bisa dibaca selama perjalanan. Kita juga melengkapi fasilitas truk dengan GPS untuk memantau lokasinya,” tambah Bambang.

“Jangan sampai ketersediaan vaksin buat kita lengah dan tidak aware dengan protokol kesehatan. Vaksinasi bukan satu-satunya cara untuk berhasil mengendalikan pandemi. Namun, hidup sehat, protokol kesehatan, vitamin, dan olahraga adalah budaya baru yang harus dibiasakan. Vaksinasi dan protokol kesehatan harus tetap jalan,” tutupnya.