Ini Cara AWS Dukung Traveloka untuk Optimalkan Pengalaman Pelanggan Lewat Cloud


Amazon Web Services Logo

Ilustrasi Logo Amazon Web Services

Jauh sebelum pandemi COVID-19 merebak, Traveloka telah bertransformasi dari platform untuk pemesanan tiket pesawat secara daring hingga menjadi Lifestyle Superapp yang lengkap dengan tujuan untuk memenuhi gaya hidup penggunanya.

CTO Traveloka, Ray Frederick mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya telah menyadari jika pemesanan tiket pesawat kemungkinan hanya akan digunakan setahun sekali atau maksimal beberapa kali oleh pengguna. Ray juga menyampaikan jika dirinya paham bahwa aspek gaya hidup menjadi inti bagi Traveloka, sehingga mendorong Traveloka untuk menjadi superapp.

Traveloka sendiri merupakan salah satu startup Indonesia yang didirikan di atas infrastruktur cloud milik Amazon Web Services (AWS). Ray menjelaskan, keputusan ini diambil dengan dasar visi jangka panjang yang dimiliki Traveloka sejak pertama kali berdiri.

“Produk, fitur, dan budaya AWS sangat membantu kami untuk mencapai sebuah struktur di mana kami bisa bereksperimen dengan cepat dan mendapat feedback dengan cepat sehingga kami dapat melihat layanan maupun fitur yang berhasil dan layak dilanjutkan. Di sisi lain, hasil eksperimentasi yang tidak lulus uji coba juga dapat dimatikan tanpa risiko dan kerugian berarti,” jelas Ray dalam keterangan resmi, Rabu (19/5/2021).

Bagi perusahaan seperti Traveloka, maka kelincahan menjadi suatu faktor penting untuk dimiliki. Hal ini karena Traveloka harus bisa cepat dalam memberikan respon bagi kebutuhan penggunanya secara terus menerus, yang juga disanding dengan perubahan yang tidak statis, baik karena demografi, tren, maupun keadaan dunia.

Biaya juga menjadi pertimbangan lain, yang seiring dengan transformasi Traveloka menjadi lifestyle superapp maka biaya yang dikeluarkan pun harus bisa dikelola dengan proporsional agar pertumbuhan perusahaan tetap bisa terencana dengan baik.

Pada layanana finansial, Traveloka menggunakan solusi dari AWS untuk merancang sistem KYC (Know Your Cutomer) yang tersentralisasi dalam memastikan produk yang diluncurkan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Gunawan Susanto, Country Manager AWS Indonesia pun sepakat bahwa perubahan secara terus-menerus dan adaptasi tanpa kehilangan jati diri menjadi kunci yang sangat penting bagi organisasi ataupun perusahaan manapun untuk dapat bertahan dan terus bertumbuh mengikuti zaman.

Manfaat terbesar cloud sendiri di luar skalabilitas dan biaya yang lebih hemat adalah memungkinkan terjadinta perubahan yang terus-menerus tersebut. Perusahaan bisa melakukan eksperimen sesuai dengan kebutuhan mereka.

Perusahaan bisa saja melakukan eksperimen dengan menggunakan layanan-layanan seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML) tanpa harus melakukan desain ulang algoritma dari nol.