DCI Indonesia Manfaatkan Teknologi Artificial Intelligence untuk Pantau Kondisi Data Center


Data Center Ilustrasi

Ilustrasi Data Center

Persaingan data center saat ini cukup ketat di Indonesia, mengingat pertumbuhan data dan populasi yang semakin besar di Indonesia. Perusahaan penyedia layanan data center kemudian harus memiliki strategi dan pelayanan terbaik untuk dapat menghadapi persaingan tersebut.

Oleh karena itu, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebagai perusahaan penyedia layanan tempat data center kemudian menerapkan standar tinggi guna menjamin kepuasan pelanggan dan memenangkan persaingan pasar.

Deputy President Director PT DCI Indonesia Tbk, Marco Cioffi pun mengungkapkan bahwa DCII menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memantau kondisi data center. Teknologi AI sendiri digunakan untuk memantau kondisi listrik, suhu, dan kelembaban udara di dalam ruang data center.

“Kami menggunakan AI dengan memasang 3.000 sensor di data center. Sensor-sensor itu memberitahu kondisi listrik, suhu, dan kelembaban yang menjadi faktor terpenting dalam menjaga kondisi data center dalam beroperasi,” kata Marco dalam keterangan resminya, melansir dari InfoKomputer.id, Kamis (19/1/2023).

Sensor-sensor yang dipasang akan melaporkan kondisi terkini dari data center secara real time. Jika terdapat anomali atau kerusakan, sensor-sensor tersebut akan langsung melaporkannya ke ruangan DCI Operation untuk segera ditindaklanjuti oleh teknisi.

Marco kemudian menambahkan bahwa 90 persen kerusakan yang terjadi di dalam data center diakibatkan oleh human error atau kesalahan manusia, sehingga DCII kemudian memanfaatkan teknologi AI dan automation.

Marco juga menuturkan bahwa pertumbuhan industri data center di Indonesia sangat menjanjikan. Hal ini karena banyaknya perusahaan yang lebih mempercayakan datanya untuk berada di Indonesia dibandingkan harus ke Singapura.

Maka untuk mendukung komitmen DCII di industri data center Indonesia, DCII baru-baru ini pun menjalin kerja sama strategis dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang didukung oleh ZTE untuk meluncurkan node Indonesia Internet Exchange (IIX) untuk salah satu fasilitas DCII yang beroperasi di Cibitung, Jawa Barat.

“Komitmen DCII adalah untuk memastikan infrastruktur digital yang lebih tangguh untuk Indonesia, bagian penting dari infrastruktur ini adalah pertukaran internet; sebuah ‘rumah’ di mana komputer yang berbeda terhubung satu sama lain untuk berbagi informasi dan berkomunikasi,” jelas Marco.

Maka dari itu, kerja sama dengan APJII kemudian memberikan ketahanan internet melalui IIX pada infrastruktur yang sudah ada. Peluncuran Node IIX juga memberikan redundansi 1:1 dengan dukungan pusat data DCII yang memiliki waktu aktif 100% sejak pertama kali beroperasi pada 2013.

Kerja sama ini kemudian juga sejalan dengan agenda prioritas pemerintah Indonesia untuk dapat mengakselerasi transformasi digital. Hal ini karena IIX menjadi salah satu elemen krusial dalam ekosistem infrastruktur internet di Indonesia. 

Kehadiran IIX ini pun diharapkan dapat mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia serta mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia dengan dukungan dari teknologi kelas dunia DCII.


Bagikan artikel ini