Ekspansi Ke Indonesia, Oracle Berencana Buka 2000 Lowongan Pekerjaan


Perusahaan teknologi komputer multinasional Amerika, Oracle Corp berencana membuka lowongan pekerjaan sebanyak 2000 lowongan dengan tujuan untuk ekspansi perusahaan ke bisnis cloud computing. Dengan ekspansi ini Oracle berkeinginan untuk bersaing dengan platform cloud computing lain seperti Amazon Web Service dan Microsoft Corp. Upaya ini juga bertujuan untuk membantu perusahaan beralih dari bisnis piranti lunak menjadi layanan keuangan, penjualan dan lainnya dalam beberapa tahun kedepan.

Executive Vice President Oracle Claud Infrastrucure Don Johnson mengatakan 2000 karyawan baru akan ditempatkan di pusat pengembangan peranti lunak di Seattle, San Fransisco, India dan negara lain. Hingga akhir tahun, Oracle akan membuka 20 layanan cloud di sejumlah negara, seperti yg diberitakan di Channel News Asia, Rabu (09/10/2019).

Oracle berharap dengan melakukan ekspansi secara masif ini pelanggan dapar semakin aman menyimpan data untuk pemulihan bencara atau untuk mematuhi undang-undang penyompanan data lokal. Saat ini Oracle sudah di mengoperasikan pusat bisnis cloud di 16 wilayah. Enam diantaranya di buka tahun lalu. Lokasi baru akan dibangun di Jepang, Uni Emirat Arab, Afrika Selatan dan Chile serta beberapa tempat di Asia dan Eropa.

Oracle tercatat memiliki sekitar 136.000 karyawan pada 31 mei 2019. 18.000 diantaranya dipekerjakan dalam layanan cloud dan operasi dukungan lisensi cloud. Cloud Computing merupakan bisnis yang kompetitif sekaligus menjanjikan. Pasar cloud tahun 2019 diperkirakan mencapai 38,9 miliar menurut lembaga riset Gartner dan Amazon merupakan pemain terdepan di bisnis ini.

Kali ini, Oracle akan bersaing dengan orang-orang seperti (CRM.N) dan SAP SE (SAPG.DE), dalam menjalankan aplikasi perangkat lunak cloud-nya, pada sistem cloud yang sama yang ditawarkan pelanggan luar. Ini merupakan strategi yang telah lama dipakai perusahaan seperti Amazon dan Google.

"Kami menjalankan bisnis ini dengan sangat, sangat agresif. Kami sangat cepat mengubah rekam jejak yang kompleks menjadi sangat sederhana: Di mana-mana semua kini berjalan pada infrastruktur cloud generasi kedua kami." jelas Don Johnson.