Huawei Dukung Penguatan Pendidikan Kompetensi Digital Bagi Guru dan Siswa SMK


Huawei

Huawei

Huawei terus terlibat secara aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Penegasan komitmen ini pun ditandai dengan adanya perjanjian kerja sama antara Huawei dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto menyampaikan, bahwa kerja sama dengan Huawei ini merupakan investasi besar bagi masa depan. Hal ini dikarenakan pelatihan tidak hanya diberikan bagi peserta didik, tetapi juga meningkatkan kompetensi para pendidik sebagai pilar penting dalam bonus demografi untuk secara serius mengimplementasikan konsep link and match.

Kolaborasi Huawei dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek ini akan menggelar program-program alih pengetahuan serta pemanfaatan fasilitas dan teknologi bagi SMK serta Politeknik. Kolaborasi ini pun memperkuat kolaborasi sebelumnya yang sudah dilakukan sejak 2019.

Hingga akhir tahun ini, program juga telah meliputi pelatihan training of trainer (TOTs) di bidang perangkat wireless serta microwave yang menyasar 140 ribu guru SMK guna menjangkau 8.400 peserta didik di masa depan dan memastikan adanya kesinambungan alih pengetahuan.

Selain menyasar para pengajar, program pelatihan Huawei-Kemendikbudristek ini juga menargetkan para pelajar untuk dapat mempelajari teknologi digital, seperti artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, internet of things (IoT), hingga big data.

“Saya yakin program penguatan pendidikan vokasi ini akan menjadi nilai tambah bagi daya saing bangsa Indonesia dalam hal menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan maju,” kata Wikan Sakarinto dalam acara penandatanganan perjanjian dengan Huawei, Senin (22/11/2021).

Vice President and Business Environment Subsidiary Board Director Huawei Indonesia, Ken Qi juga mengatakan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran yang krusial dalam membentuk talenta-talenta digital di bidang teknologi informasi yang dibutuhkan oleh industri.

Bahkan, dengan transformasi digital yang semakin marak dilakukan oleh berbagai sektor industri, kebutuhan akan talenta digital ini juga semakin meningkat. Kerja sama ini pun menjadi salah satu komitmen Huawei untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kerja sama ini adalah wujud dari komitmen jangka panjang Huawei sejak pertama kali beroperasi di Indonesia lebih dari 21 tahun lalu, guna memperkuat kompetensi SDM TIK di Indonesia sebagai motor utama terealisasinya Indonesia sebagai negara maju dengan kekuatan ekonomi digital terdepan di dunia,” ujar Ken.

Ken kemudian menambahkan, melalui komitmen Huawei ‘I Do Contribute’ yang merupakan bagian dari pengembangan SDM TIK oleh Huawei, pihaknya berupaya untuk mampu menghadirkan lebih dari 100.000 SDM yang cakap TIK dalam kurun waktu lima tahun.

Maka untuk dapat merealisasikan hal tersebut, Huawei kemudian terus membangun kerja sama sinergis dengan berbagai pemangku kepentingan atau stakeholder di Indonesia seperti pemerintah, institusi pendidikan, industri, hingga komunitas di masyarakat.


Bagikan artikel ini