Huawei Prediksi 97 Persen Perusahaan Besar Akan Implementasikan AI Tahun 2025


Huawei

Huawei

Dunia saat ini menghadapi transformasi digital yang lebih cepat, dimulai engan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) hingga adopsi teknologi komputasi awan atau cloud computing yang diiringi pandemi COVID-19 saat ini.

Perusahaan teknologi raksasa Cina, Huawei memprediksi bahwa 97 persen dari semua perusahaan besar di dunia akan mengimplementasikan AI di tahun 2025 mendatang. Selain itu, AI juga akan mendukung sebanyak 77 persen dari seluruh aplikasi berbasis cloud. Secara global sendiri, sekitar 81 persen perusahaan telah memanfaatkan teknologi cloud.

“Sebenarnya, prediksi kami menunjukkan adopsi cloud akan mencapai 100 persen pada semua perusahaan di tahun 2025. Namun pandemi telah mendorong banyak perusahaan untuk masuk ke dalam cloud, dan kita akan melihat adopsi cloud secara total sekitar satu atau dua tahun lebih awal dari ekspetasi kami,” tutur Ken Hu, Rotating Chairman Huawei melalui siaran pers, Rabu (24/3/2021).

Ken menambahkan, pandemi telah mendorong transformasi digital secara global. Selain itu, ia juga melihat digitalisasi besar-besaran yang kini tidak hanya terbatas pada perusahaan internet, tetapi juga meluas ke sektor lain seperti manufaktur, pendidikan, serta layanan kesehatan.

“Berbagai teknologi seperti 5G, AI, cloud, dan IoT telah memperbarui model bisnis dari berbagai perusahaan, meningkatkan pengalaman pengguna dan mendorong efisiensi,” kata Ken.

Ken juga mengungkapkan bahwa Huawei sendiri tengah berada dalam proses besar-besaran untuk mengadopsi AI. Pelarangan perjalanan telah memberikan tantang bagi perusahaan untuk meluncurkan stasiun pangkalan untuk jaringan mobile. Huawei kemudian juga harus tetap memastikan insinyur mereka aman dari COVID-19 ketika menjalankan pekerjaan.

Normalnya, Huawei akan mengirim tim insinyur untuk melakukan inspeksi kualitas. Melalui adopsi AI, kini mereka hanya perlu untuk mengirim satu orang dari tim lokal untuk mengambil gambar stasiun pangkalan dan menggunggahnya ke cloud. Sistem AI kemudian akan bekerja untuk melakukan tes inspeksi kualitas.

“Ini memastikan delivery on-time untuk para pelanggan kami dan menjaga insinyur kami tetap aman. Melalui teknologi baru AI, kami mampu meluncurkan lebih dari 50.000 stasiun pangkalan baru di Indonesia saat pandemi, secara aman dan efisien,” jelas Ken.

Huawei akan terus melanjutkan inovasi di dua area untuk membantu industri menjadi digital, seperti dengan teknologi dan solusi berdasarkan skenario. Huawei sendiri telah membangun 13 fasilitas inovasi dari kerja sama bernama OpenLabs di berbagai belahan dunia, termasuk Dubai, Uni Emirat Arab.

Huawei juga menjalin kerja sama dengan 900 mitra ekosistem untuk melakukan inkubasi atas solusi yang berbeda untuk membantu skenario dalam industri. Hal ini menunjukkan keseriusan Huawei untuk mendorong digitalisasi di masa depan.

“Sampai saat ini, kami telah memverifikasi lebih dari 60 solusi di berbagai area dengan sukses, mulai dari smart retail hingga smart manufacturing. Pada sisi teknologi, kami telah berinovasi di area seperti kampus pintar, deterministic networks, hyper-integrated data centers, smart clouds, dan green energy untuk membuat fondasi bagi masa depan cerdas,” pungkas Ken.


Bagikan artikel ini