Cloud Computing Indonesia Conference 2021

Huawei Cloud : AI dan Big Data Berbasis Cloud Kunci Adaptasi Perbankan Era New Normal


Huawei

Huawei

Pandemi COVID-19 saat ini telah menimbulkan perubahan yang pesat di berbagai sektor, terutama berkaitan dengan implementasi teknologi digital seperti cloud computing, artificial intelligence (AI), big data hingga Internet of Things (IoT). Transformasi digital kemudian menjadi perubahan yang penting dalam industri keuangan.

Transformasi digital yang semakin cepat akibat pandemi COVID-19 kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi layanan jasa keuangan untuk dapat tetap memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan mereka. Istilah Banking 4.0 pun menjadi populer untuk mendeskripsikan layanan perbankan yang dapat tersebar di industri dengan dukungan teknologi digital.

“Membicarakan salah satu bank terkemuka di Cina, layanan yang cepat dengan dukungan financial technology adalah sangat umum. Bahkan self-service banking juga diadaptasi dengan luas di Cina yang saya percaya di masa yang akan datang dapat diadaptasi secara lintas wilayah di Asia,” kata Wu Shiwei, Chief Technology Officer Huawei Cloud APAC dalam webinar Inovasi Teknologi Untuk Peningkatan Layanan Finansial di Era Pandemi, Selasa (16/3/2021).

Pada webinar yang merupakan rangkaian acara dari Cloud Computing Indonesia Conference 2021 ini, Shiwei melanjutkan bahwa adaptasi teknologi finansial atau fintech dengan maksimal dapat menjadi kunci sukses industri keuangan terutama perbankan untuk dapat menghadapi era new normal. Hal ini karena adaptasi teknologi finansial bisa membuat layanan jasa keuangan satu langkah lebih dekat dengan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.

Menurut Shiwei, terdapat lima tema inti untuk perbankan di era new normal. Tema inti tersebut antara lain adalah layanan real-time, self-service yang bisa membantu mematuhi keharusan menjaga jarak di saat pandemi ini, transparansi layanan, personalisasi, hingga connectedness.

Maka untuk mengimplementasikan lima inti ini, Shiwei menyebutkan Huawei Cloud menawarkan berbagai solusi teknologi yang bisa membentuk intelligent bank. Ia menambahkan, perlu diingat bahwa proses perbankan saat ini didukung dengan data atau bersifat data-driven untuk membantu analisis dan proses layanan real-time yang diharapkan.

“Ada tiga teknologi penting yang harus ada untuk kesuksesan perbankan di masa new normal, antara lain adalah AI, cloud, dan RTC atau remote communication yang merupakan komunikasi jarak jauh. Namun ketiganya tidak akan bisa berjalan tanpa big data yang bisa menganalisis kebutuhan pelanggan hingga evaluasi kepuasan pelanggan terhadap layanan,” kata Shiwei.

Shiwei pun menambahkan bahwa keberadaan AI bersama dengan big data bisa membawa kesuksesan bagi layanan jasa keuangan yang mengadopsinya dengan baik. Komunikasi jarak jauh juga penting untuk menjalin komunikasi dengan pelanggan di masa pandemi. Namun demikian, layanan perlu untuk dapat diukur sehingga pada bagian ini, cloud computin kemudian berperan.

Personalisasi teknologi AI berdasarkan big data adalah kunci untuk layanan jasa keuangan untuk beradaptasi dengan new normal. Maka dari itu, Huawei Cloud kemudian menawarkan layanan public cloud yang kuat berskala tinggi untuk mendukung AI dan big data.

“Kami juga menawarkan cloud stack sebagai ekstensi untuk kebutuhan anda, dibangun persis dengan public cloud kami yang kuat, anda bisa memiliki pengalaman yang sama persis dan konsisten untuk cloud platform. Layanan ini juga bisa anda integrasikan dengan sistem yang sama dengan sistem yang anda terapkan juga di public cloud,” papar Shiwei.

Pada teknologi AI dan big data sendiri, Shiwei menuturkan bahwa Huawei Cloud menawarkan platform data process dengan jaringan yang tertutup untuk mengakselerasi proses analisis data yang dapat mendukung layanan jasa keuangan beradaptasi dengan era new normal.

Layanan public cloud dari Huawei Cloud sendiri di wilayah APAC selain Cina telah diluncurkan di beberapa negara seperti Hong Kong, Singapura, Thailand, dan Malaysia. Shiwei pun menuturkan bahwa tahun ini layanan akan diluncurkan di lebih banyak wilayah untuk menambah cakupan wilayah public cloud dari Huawei.