Hybrid Cloud Menjadi Teknologi Baru yang Akan Diminati Perusahaan Indonesia


IBM

Logo IBM

Hasil studi IBM Institute for Business Value (IBV) yang bertajuk “The hybrid cloud platform advantage: A guiding star to enterprise transformation in Indonesia” yang dilansir dari antaranews.com, pada Kamis (22/10) bahwa pergeseran teknologi itu didasari dengan tujuan mendorong transformasi bisnis dan membuka peluang baru demi meningkatkan nilai bisnis.

Perusahaan teknologi IBM menjelaskan bahwa akan semakin banyak eksekutif bisnis di Indonesia yang merencanakan untuk berinvestasi pada platform hybrid multi-cloud dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Menurut responden survei dari Indonesia, saat ini 16 persen dari pengeluaran TI Organisasi mereka dialokasikan untuk cloud dan mereka berencana untuk meningkatkan porsi pengeluaran hybrid dari 51 persen saat ini, menjadi 57 persen pada tahun 2023.

Beberapa industri besar global akan mencatat pertumbuhan dalam jumlah cloud yang mereka gunakan, dengan perkiraan jumlah cloud mencapai 11 cloud per organisasi, terutama di bidang asuransi, ritel, perbankan, telekomunikasi, dan produk konsumsi. Sebagian besar anggaran cloud organisasi dialokasikan untuk hybrid cloud platform meskipun anggaran untuk public cloud mereka harus dikurang dari 41 persen menjadi 36 persen pada tahun 2023.

Lebih lanjut, studi tersebut juga menemukan bahwa responden mengakui Return On Invesment (ROI) dari pendekan Hybrid Cloud platform. Sesuai dengan pernyataan responden dari survei tersebut, nilai bisnis yang dihasilkan dari teknologi platform dan model operasi full hybrid, multi-cloud adalah 2,5 kali lebih besar dibandingkan nilai yang dihasilkan dari pendekatan vendor single platform, single cloud.

Presiden Direktur IBM Indonesia, Tan Wijaya mengatakan, “Temuan ini menunjukkan bahwa hybrid mutli-cloud menjadi sangat fundamental dalam pengembangan model operasi organisasi, membantu mereka mengawali langkahnya untuk menjadi Perusahaan Kognitif di masa depan.”

Hybrid cloud memungkinkan peningkatan kinerja bisnis dengan ROI yang lebih besar. Hal ini dibuktikan denan kesuksesan sejumlah bisnis terkemuka dalam meraih keunggulan kompetitif melalui hybrid cloud dan tata kelola platform yang lebih kuat.

Di Indonesia, bisnis terkemuka seperti industri manufaktur dan retail melakukan trasnformasi bisnis dengan memanfaatkan teknologi platform hybrid multi-cloud dan menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI). “Kami sepenuhnya mengandalkan hybrid cloud karena teknologi ini aman, dapat dioperasikan dengan mudah, terbuka, dan bebas dari vendor lock-in,” tutup Tan Wijaya.