Indosat Matangkan Solusi Jaringan 5G untuk Dukung Industri Manufaktur Indonesia dengan IoT


Indosat Ooredoo

Logo Indosat Ooredoo

PT Indosar Tbk. (ISAT) tengah mematangkan solusi 5G untuk industri manufaktur. Hal ini untuk membantu perusahaan tidak hanya dalam melakukan pemantauan, tetapi juga pengendalian jarak jauh.

Supriyadi, VP Head B2B Solution Indosat Ooredoo mengatakan, sejauh ini pasar manufaktur merupakan pasar terbesar untuk perangkat yang digerakkan oleh Internet of Things (IoT). Implementasi jaringan 5G Indosat sendiri ke depannya juga akan mengincar segmen manufaktur, terutama segmen korporasi.

Menurut Supriyadi, pelaku usaha manufaktur dengan 4G hanya bisa menerima informasi tentang jalannya produktivitas dalam pabrik melalui papan monitor. Namun dengan 5G, ke depannya perusahaan manufaktur tidak hanya memperoleh informasi atau memantau, tetapi juga bisa mengoperasikan dan mengendalikan perangkat IoT untuk manufaktur.

Jaringan 5G Indosat sendiri rencananya akan dapat mendukung automasi mesin-mesin dalam pabrik sehingga dapat menghadirkan efisiensi bisnis, kualitas produksi yang lebih banyak, serta menjamin keselamatan pekerja pabrik.

“Kami akan masuk ke pengendalian, bagaimana mesin-mesin produksi bisa beroperasi secara automasi. Di 5G ada satu teknologi edge computing 5G. Proses pengolahan data akan lebih dekat dengan mesin sehingga latensi lebih rendah,” jelas Supriyadi melalui keterangan resmi, Sabtu (19/7/2021).

Edge computing 5G sendiri adalah teknologi yang memungkinkan pemrosesan data lebih dekat dengan perangkat. Jika cloud computing atau komputasi awan tradisional melakukan proses data yang tersentralisasi di cloud, maka edge computing membuat proses ini menjadi terdesenrralisasi dan lebih dekat dengan perangkat IoT yang menerima jaringan.

Tidak hanya itu, Supriyadi menuturkan bahwa jaringan 5G juga bisa mendukung solusi visualisasi komputer. Indosat dengan jaringan 5G memadukan aset perusahaan seperti CCTV dengan video analitik sehingga pemilik perusahaan tidak hanya bisa melihat video rekaman mentah, tetapi juga bisa memperoleh ekstrak data.

“Melalui solusi ini misalnya mereka bisa melakukan identifikasi objek, menghitung orang, meningkatkan keamanan, dan lain sebagainya,” kata Supriyadi.

Supriyadi pun menambahkan, dengan latensi rendah yang dimiliki 5G maka industri kesehatan pun ke depannya bisa meningkatkan pelayanan pula. Industri kesehatan bisa saja melakukan operasi jarak jauh dengan 5G, tidak hanya sekadar konsultasi dengan video.

Indosat sendiri pada Senin, 14 Juni 2021 lalu telah memperoleh Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) yang menandakan layanan 5G mereka siap untuk dikomersialisasi dan secara teknis bisa dioperasikan.

Sementara President Director & CEO Indosat Ahmad Al-Neama mengatakan bahwa penggelaran 5G di Indosat tidak hanya sebagai simbol kegiatan pemasaran, melainkan sebuah komitmen dari Indosat untuk memberikan layanan 5G terbaik yang memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat.

“Peluncuran 5G bukanlah simbol marketing. Ini merupakan komitmen kami untuk Indonesia. Karena ini komitmen, maka kami harus mempersiapkan dengan baik segala sesuatunya,” tutur Ahmad melansir dari Bisnis.com.