ITS Kembangkan Mobil i-Car 5G Tanpa Sopir Berbasis AI dan IoT Pertama di Indonesia


Gedung ITS

Foto Gedung ITS

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembangkan mobil i-Car tanpa sopir yang didukung dengan jaringan internet 5G. I-Car yang dinamai ITS 5G Autonomous Concept ini merupakan kerja sama dengan Nokia dan Indosat Ooredoo 5G.

i-Car sendiri merupakan prototipe mobil listrik otonom, yakni mobil listrik yang dapat bergerak tanpa pengemudi dengan bantuan kombinasi teknologi artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Kombinasi dari kedua teknologi ini pun memungkinkan mobil pintar untuk dapat mengenali potensi bahaya, mencegah tabrakan, mengurangi risiko kecelakaan hingga memaksimalkan penggunaan listrik.

Manager TIK-Robotika ITS sekaligus Person In Charge (PIC) untuk program pengembangan 5G Experience Center dan iCar 5G Autonomous, Dr. Ir. Endroyono, DEA menyampaikan bahwa program ini dapat berjalan berkat kesepakatan antara ITS, Nokia, dan Indosat Ooredoo untuk memperkuat kontribusi di bidang teknologi 5G.

“Pada i-Car tahap kedua tahun ini, kami akan menggunakannya untuk menjadi i-Car commuter ITS. Jadi nantinya, mahasiswa yang ingin masuk dari gerbang bisa menaiki i-Car dengan smartphone ke fakultas yang dituju, i-Car akan menjadi pengantarnya,” tutur Endroyono pada wartawan di Gedung Robotik, Kamis (16/9/2021).

Endroyono kemudian menambahkan bahwa jika peluncuran 5G dan BTS sudah lebih banyak, maka pihaknya baru berani untuk dapat meluncurkan i-Car ke jalan umum. Hal ini dikarenakan i-Car membutuhkan data lingkungan yang harus didukung dengan ketersediaan 5G.

ITS sendiri, Endroyono mengatakan, saat ini telah menjadi pusat mobil listrik. Selain memiliki i-Car, ITS juga memiliki mobil listrik lainnya seperti Gesit. Ke depannya, ITS juga berencana untuk mendorong Bus Suroboyo yang sudah bertenaga listrik untuk menjadi otomatis. Endroyono pun menyampaikan bahwa otomatisasi untuk bus lebih mudah dikarenakan bus telah memiliki jalur tersendiri.

Selain itu, Endroyono juga mengungkap bahwa kedepannya jaringan i-Car akan lebih kuat jika kehadiran jaringan 5G sendiri sudah terpenuhi. Hal ini dikarenakan i-Car bisa digerakkan tanpa awak tanpa perlu khawatir dengan keberadaan halangan di depannya seperti pohon atau manusia.

“Kalau manusia sudah jelas hafal jalannya. Jika i-Car sudah di level ini, dia tinggal memperhatikan arah perginya mau ke mana, di depannya ada halangan apa, mengerem atau tidak tanpa memikirkan itu pohon atau orang. Kalau sekarang, i-Car masih berpotensi menabrak halangannya,” jelas Endroyono.

ITS sendiri tidak hanya meluncurkan mobil pintar berbasis listrik dan 5G, namun juga meresmikan ITS 5G Experience Center yang nantinya akan digunakan untuk dapat mengembangkan inovasi dan riset dengan dukungan jaringan 5G.

Ahmad Al-Neama, President Director and CEO Indosat Ooredoo menyampaikan bahwa dirinya sangat bersyukur serta bangga dengan peluncuran Indosat Ooredoo 5G di Surabaya sejalan dengan komitmennya untuk terus menjadi yang terdepan dalam revolusi 5G di Indonesia. Teknologi ini pun disebutnya bisa membuka banyak peluang bagi pendidikan, masyarakat, hingga ekonomi daerah.

Ahmad pun mengatakan, bahwa sebagai hasil kolaborasi antara ITS, Nokia, serta Universitas Oulu Finlandia, pihaknya dapat menghadirkan 5G Experience Center yang canggih untuk dapat melengkapi inovasi serta pengembangan konten use case lokal yang relevan dengan kebutuhan daerah.

“Melalui dukungan penuh dari pemerintah, Indosat Ooredoo terus mempercepat transformasi Indonesia menjadi bangsa digital dan berkemampuan 5G,” terang Ahmad.

Sementara itu, Presiden Direktur Nokia Indonesia KP Goh menyampaikan bahwa layanan 5G akan memunculkan berbagai use case unik yang menawarkan potensi untuk merevolusi industri, layanan publik, bahkan sektor kesehatan di Surabaya.

“Selain itu juga memenuhi pertumbuhan permintaan konten digital dan layanan hiburan melalui jaringan seluler. Kami senang dapat bekerja sama dengan Indosat Ooredoo, ITS, Universitas Oulu Finlandia, dan Kota Surabaya untuk mewujudkan kekuatan transformatif,” pungkas KP Goh.


Bagikan artikel ini