Kemenparekraf Dukung Holding BUMN Pariwisata, Sandiaga Soroti Big Data dan AI


Logo Kemenparekraf RI

Logo Kemenparekraf RI

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan dukungan penuh untuk terbentuknya holding BUMN pariwisata, dengan PT Survei Udara Penas (Persero) menjadi PT Aviasi Pariwisata Indonesia/Aviata (Persero). Adanya holding BUMN ini pun disebut Menparekraf Sandiaga Uno akan berefek pada pariwisata yang berkualitas.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap holding pariwisata dan aviasi Indonesia. Langkah sinergi tersebut sebagai langkah strategis pada pariwisata yang berkualitas,” tutur Sandiaga dalam temu wartawan mingguan secara daring, Senin (12/7/2021).

Sandiaga pun menyebutkan bahwa dirinya telah memberi masukan bagi kementerian terkait, dikarenakan penggabungan beberapa perusahaan ini juga mengharuskan Kemenparekraf untuk bersinergi.

Selanjutnya, terbentuknya holding pariwisata ini menurut Sandiaga bisa memetakan destinasi yang dimiliki Indonesia. Hal ini karena destinasi-destinasi yang dimaksud belum dioptimalkan, sehingga pihak Kemenparekraf sangat antusias untuk menyambut holding ini.

Berkaitan dengan produk dari holding BUMN pariwisata ini, Sandiaga menyinggung optimalisasi big data agar bisa mengetahui kebiasaan dari para turis yang mengunjungi destinasi wisata dan memenuhi kebutuhan mereka.

“Masing-masing perusahaan itu bergerak di sektor pariwisata, tapi data-datanya belum menggunakan big data yang bisa menggunakan AI,” jelas Sandiaga.

Sandiaga melanjutkan, jika artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan big data sudah digunakan makan bisa dilakukan prediksi terhadap permintaan parekraf. Holding BUMN ini bisa menggunakan big data serta machine learning.

Berdasarkan data berupa 200 juta wisatawan nusantara dan belasan juta data wisatawan mancanegara, Sandiaga menuturkan bahwa data tersebut harus terintegrasi dengan pendekatan big data sehingga kebiasaan wisatawan bisa diketahui.

Terakhir, Sandiaga menyebut bahwa hal yang perlu dicermati dalam pembentukan holding BUMN pariwisata ini adalah mengenai cara pengelolaannya agar bisa memberikan kontribusi yang baik terhadap negara.

“Tata kelolanya, ide penggabungan selalu baik tapi kembali lagi ke eksekusi. Jadi nanti talenta-talenta terbaik di pariwisata bisa berkontribusi di pariwisata ini,” kata Sandiaga.


Bagikan artikel ini