Kemenperin Tingkatkan Sektor Kesehatan dan Farmasi Secara Digital


Mentri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Mentri Perindustrian, Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si

Kemenperin Tingkatkan Sektor Kesehatan dan Farmasi Secara Digital

Kementerian Perindustrian mulai meningkatkan sektor manufaktur dalam negeri agar dapat digunakan untuk mendukung penerapan teknologi industri 4.0. Menurut  Agus Gumiwang Kartasasmita yang menjabat sebagai menteri perindustrian mengungkapkan penerapan teknologi industri 4.0 mampu meningkatkan kontribusi ekspor bersih hingga 10% dari PDB. “Roadmap Making Indonesia 4.0 akan memberikan arah dan strategi yang jelas bagi pergerakan industri di Indonesia pada masa yang akan datang,” ujarnya, Selasa (22/09/2020).

Hal lain dalam pemanfaatan teknologi industri 4.0 diyakini memberikan keuntungan bagi perusahaan, antara lain dengan menaikkan efisiensi dan mengurangi biaya sekitar 12-15%. Adapun sejumlah teknologi digital yang menjadi kunci pembangunan sissistem industri 4.0, diantaranya Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Cloud, Augmented Reality, Virtual Reality, Advanced Robotic dan 3D Printing.

Selain itu, Agus Gumiwang menyatakan bahwa pasar IoT di Indonesia diperkirakan berkembang pesat dan akan terkus meningkat hingga mencapai nilai Rp444 triliun pada tahun 2022.Nilai tersebut disumban dari konten dan aplikasi sebesar Rp 192,1 triliun, disusul platform Rp 156,8 triliun, perangkat IoT Rp 56 triliun, serta network dan gateway Rp 39,1 triliun. Bahkan, selesainya proyek infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring pada tahun 2019 bisa menopang akses internet berkecepatan tinggi, yang diharapkan menjadi solusi bagi konektivitas di Indonesia.

Di samping itu, upaya untuk mendorong sektor industri kecil menengah (IKM) agar bisa melek digital, dimuali tahun 2017 Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM. Program ini dtujukan untuk memperkenalkan dan bisa beradaptasi agar membiasakan pelaku IKM nasional dalam pemanfaatan e-commerce atau digital platform agar mereka lebih fleksibel sekaligus memperluas penetrasi pasar hingga seluruh indonesia bahkan luar negeri dalam menjual produknya.

Agus Gumiwang juga mengatakan bahwa, “Kemenperin juga mempunyai program Startup4Industry yang berjalan dengan baik. Secara ekonomis, pemanfaatan teknologi dan program bisa dirasakan oleh seluruh industri, baik IKM maupun industri besar.” Dilansir dari Republika.co.id, di awal peluncuran Making Indonesia 4.0 pada tahun 2018, Kemenperin telah menetapkan lima sektor prioritas, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, serta elektronik. Namun, belakangan ini Kemenperin mulai menambahkan dan terfokus pada dua sektor lagi, yaitu industri farmasi dan alat kesehatan. Sektor tersebut mengalami permintaan tinggi di masa pandemi Covid-19 ini.