Peluncuran Digital Citizenship Indonesia Dapat Membantu Meningkatkan Literasi Keamanan Siber


Peluncuran Digital Citizenship Indonesia

Peluncuran Digital Citizenship Indonesia

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cloud Computing Indonesia, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan Drone Emprit meluncurkan portal pembelajaran Digital Citicenship Indonesia yang beralamatkan di https://digitalcitizenship.id.

Peluncuran ini dilakukkan secara daring oleh Dra. Rr. Retno Artinah S. Selaku Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN, dalam kegiatan webinar: Ruang Siber Yang Aman dan Nyaman di Era Industri 4.0 yang berlangsung pada hari Selasa, 23 Maret 2021.

Digital Citizenship Indonesia adalah inisiatif bersama untuk meningkatkan literasi terkait keamanan siber dan etika di ruang siber. inisiator awal dari portal pembelajaran ini akan menyusun kerangka bersama untuk menyusun kurikulum dan kegiatan yang ada. Platform Digital Citizenship Indonesia ini juga didukung oleh Acara Seru, CyberHub Indonesia, dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia.

“Platform Digital Citizenship Indonesia ini bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi Indonesia, dan dengan platform ini dapat memaksimalkan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan dan kesejahteraan bangsa ini,” ujar Juru Bicara dari Badan Siber dan Sandi Negara Anton Setiawan dalam keterangan press release, Rabu (24/3).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi menyampaikan pentingnya pembelajaran Digital Citizenship untuk masyarakat Indonesia, beliau menyampaikan ini adalah fardu kifayah hukumnya, “mudah-mudahan kita bisa berkolaborasi bersama di digitalcitizenship.id dan secara bersama menggunakan platform itu serta menjadi suatu kontribusi berjemaah,” ungkap Imail.

Peluncuran platform pembelajaran ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan bersama terkait literasi keamanan siber dan juga etika di ruang siber. risiko kejahatan siber menjadi pengetahuan yang penting untuk diketahui oleh masyarakat. Namun, dalam prakteknya tidak banyak masyarakat di Indonesia memahami hal tersebut, sehingga masih banyak masyarakat ataupun organisasi di Indonesia menjai korban kejahatan siber.

Selain kejahatan siber, etika di ruang siber perlu menjadi perhatian khusus. Digital Civility Index reports merupakan hasil riset yang mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet di seluruh dunia saat berkomunikasi dan berinteraksi di ruang siber. semakin tinggi nilai DCI maka tingkat kesopanan dan etika semakin buruk. Menurut survei yang dilakukan oleh Microsoft pada bulan April-Mei 2020, Indonesia menempati posisi paling akhir dan Nilai DCI memburuk delapan angka dari nilai sebelumnya.

Buruknya nilai DCI Indonesia langsung terbukti beberapa saat setelah Microsoft merilis hasil riset tersebut. Akun sosial media Microsoft dibanjiri oleh kecaman dan kalimat yang tidak sopan lainnya dari netizen Indonesia sehingga memaksa Microsoft untuk menutup kolom komentar yang ada. Peristiwa ini membuat masyarakat terkesan melupakan nilai etika yang ada dalam ruang fisik ketika berinteraksi di ruang siber.

Dalam keterangan tertulis, etika dan kesopanan yang biasanya muncul di ruang fisik menjadi hilang ketika interaksi dilakukan lewat text yang ada di gadget masing-masing. Salah satu penyebabnya dikarenakan banyak masyarakat Indonesia belum memahami dengan baik bagaimana menjadi masyarakat digital yang baik.

Founder MAFINDO, Harry Sufehmi juga menambahkan pentingnya pembelajaran Digital Citizenship Indonesia adalah peluang yang sangat bagus untuk bekerja sama membuat panduan bagi banyak orang mengenai etika digital. Menurut Harry, dengan menjadi digital citizenship yang baik, kita tidak hanya membuat dunia siber menjadi lebih nyaman dan aman tetapi juga akan memungkinkan kita untuk bisa memanfaatkan dan sukses di dunia yang baru ini.

Kesadaran masyarakat mengenai keamanan siber dan etika bermasyarakat secara digital perlu untuk ditingkatkan karena hal tersebut menjadi fondasi yang fundamental dalam terciptanya ruang siber yang aman dan nyaman di Indonesia.

“Digital Citizenship Indonesia ini masih sangat awal, butuh bantuan dan juga semangat gotong royong bersama untuk menyusun materi pembelajaran yang baik bagi anak-anak sampai orang dewasa, untuk itu bagi yang tertarik membantu dan ingin berkontribusi bisa mengirimkan email ke [email protected],” tutup Ketua Umum Cloud Computing Indonesia Alex Budiyanto.

Rencana materi pembelajaran Digital Citizenship Indonesia ini akan mulai diperuntukan untuk anak-anak dari playgroup, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Orang dewasa dan juga orang tua yang telah memiliki anak juga dapat mengikuti platform pembelajaran ini. Diharapkan dengan inisiatif bersama ini maka dalam jangka panjang bisa tecipta ruang siber yang aman dan nyaman di era Industri 4.0.


Bagikan artikel ini