Kemnaker Siapkan Strategi Hadapi Industri 4.0 dan Dampak COVID-19


Ilustrasi Industri 4.0

Ilustrasi Industri 4.0

Kementrian Ketenaakerjaan memastikan telah menyiapkan lima strategi untuk menghadapi revolusi ketenagakerjaan akibat revolusi industri 4.0 sekaligus dampak dari pandemi COVID-19. 

Lima strategi tersebut seperti disampaikan oleh Dirjen Binapenta Kementrian Ketenagakerjaan, Suhartono dalam webinar bertajuk Tingkatkan Ekonomi Lewat Jualan Produk Virtual Mitra Bukalapak, Rabu (30/9/2020).

“Seiring semakin cepat berubahnya dunia ketenagakerjaan akibat proses otomisasi industri dan dampak pandemi COVID-19, Kemnaker telah menyiapkan strategi untuk bisa berperan dalam proses link and match pasar kerja melalui pelatihan vokasi yang dilakukan,” ujar Suhartono.

Strategi pertama yang dilakukan Kemnaker, adalah analisis permintaan dan penawaran di sektor ketenagakerjaan di masa pandemi COVID-19. Pada strategi kedua, Kemnaker menyiapkan kompetensi baru melalui pelatihan kerja dengan triple skilling, yaitu skilling, re-skilling, dan up-skilling

“Kemnaker sendiri memiliki 200 BLK (Balai Latihan Kerja)  yang akan terus dikembangkan. Kami bisa hadir untuk ikut memberikan pelatihan. Kami punya fasilitas itu,” tegas Suhartono.

Ketiga, Kemnaker melakukan peningkatan soft skill kewirausahaan dan produktivitas kerja. Menurut Suhartono, yang menjadi permasalahan bukanlah kekurangan SDM, akan tetapi membuat SDM bisa menjadi wirausaha.

Pada strategi keempat, dilakukan desain ulang pada kurikulum dan metode. Kemnaker melaksanakan strategi keempat ini dengan pendekatan human digital skills dan metode blended training.

Terakhir, Kemnaker melakukan optimalisasi terhadap proses kolaborasi antara dunia industri, lembaga diklat, serta berbagai asosiasi pengusaha. Hal ini dilakukan untuk identifikasi kebutuhan kompetensi.