Mahasiswa UNS Ciptakan Pemilah Sampah Berbasis IoT


Gedung UNS

Ilustrasi Gedung Universitas Negeri Sebelas Maret

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang diikutkan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2020 berhasil lolos seleksi pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) senilai lima juta rupiah. Rizal Mujaddid Irsyad, Annisa Larasati Febrianingrum, dan Luqman Hadi dibawah bimbingan Kepala Prodi (Kaprodi) Teknik Elektro FT UNS, Feri Adriyanto menciptakan karya inovatif berupa pemilah sampah otomatis berbasis Internet of Things (IoT).

"Pada PKM ini kami menciptakan karya inovatif berupa pemilah sampah otomatis sebagai wujud kepedulian kami terhadap permasalahan sampah di Indonesia," kata Rizal Mujaddid Irsyad, Jumat (25/9/2020)

Rizal mengatakan, ide tersebut bermula dari permasalahan sampah di Indonesia yang sampai saat ini belum dapat teratasi. Menurutnya, solusi dari permasalahan ini ada pada kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan tanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan.

"Tentu ini harus diubah dari akarnya, yaitu kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan. Hal inilah yang menginisiasi kami untuk menciptakan alat ini," ujarnya.

Rizal menambahkan, ide dari alat berbasis IoT ini merupakan hasil modifikasi sistem dari perusahaan asal India, BioEnable yang bernama Smart Bin Concepts for Smart City. Sistem ini digunakan untuk pengelolaan sampah namun hanya terintegrasi dengan sistem pengambilan sampah. Kelemahan dari solusi ini adalah tidak dapat memilah jenis-jenis sampah yang ada dan harus ditangani secara berbeda.

"Keunggulan alat kami bisa memilah sampah secara otomatis. Sehingga sampah bisa diproses sesuai dengan pengelompokannya. Seperti sampah organik bisa dijadikan pupuk, kemudian sampah bukan organik dan logam bisa kembali didaur ulang," kata dia.

Sistem yang dikembangkan tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret ini terhubung dengan gawai atau ponsel cerdas milik petugas kebersihan yang terkoneksi ke internet. Melalui sistem ini, diharapkan petugas kebersihan lebih mudah dalam mengelompokkan sampah yang ada karena sudah terpilah secara otomatis. Selain itu, sistem ini juga memudahkan petugas untuk mengetahui letak sampah yang sudah penuh. Serta membantu pemerintah dalam mewujudkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.