Menkes : AI, Big Data, dan IoT Akan Ubah Konstelasi Industri Kesehatan Secara Drastis


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan RI (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa transformasi teknologi di bidang kesehatan menjadi salah satu transformasi terbesar yang akan dilakukan di Indonesia. Ia menuturkan bahwa transformasi kesehatan yang dilakukan terbagi menjadi dua, yaitu transformasi teknologi informasi dan bioteknologi.

“Saya percaya sekali dengan adanya artificial intelligence (AI), big data, dan internet of things (IoT) akan mengubah secara drastis konstelasi industri kesehatan,” kata Budi dalam acara Google for Indonesia, Kamis (2/12/2021).

Menurut Budi, perubahan tersebut akan terjadi dari sisi diagnosis, pengetesan, screening, maupun delivery. Ia menambahkan, jika melihat keadaan saat ini sektor kesehatan masih berkembang di sisi delivery dengan telemedicine dan konsultasi jarak jauh. Namun perkembangan yang ada bukan hanya kedua hal tersebut.

Budi kemudian melanjutkan, bahwa dengan adanya integrasi data kesehatan untuk membentuk big data yang rencananya akan segera dilakukan, ribuan bahkan jutaan data kesehatan seperti CT scan ataupun MRI dapat dimasukkan.

“Itu akan sangat membantu kalau ada machine learning atau artificial intelligence yang ahli. Ini akan sangat membantu diagnosis kesehatan kita,” tutur Budi.

Selain itu, Budi pun menyampaikan bahwa transformasi teknologi kesehatan dapat mendukung di bidang teknologi. Misalnya, adalah dalam upaya penanganan kanker hingga untuk kecantikan seperti kebutuhan anti-penuaan.

Hal tersebut, Budi mengatakan, adalah karena bioteknologi berbasis genom dengan besaran data sekuens genom untuk virus bisa mencapai 10 pangkat 3, sedangkan manusia 10 pangkat 9. Sekuens data tersebut kemudian memerlukan bahwa ruang penyimpanan data.

Oleh karena itu, penyimpanan data dan informasi dengan volume besar tersebut kemudian membutuhkan kecerdasan buatan atau AI agar bioteknologi di Indonesia dapat berkembang ke depannya dengan penyimpanan data yang mumpuni.

Pada acara yang sama yaitu Google for Indonesia, Budi pun menyampaikan rasa terima kasihnya pada Google yang juga memberikan bantuan untuk menangani pandemi COVID-19 di Indonesia.

“Kami pakai cloud services, juga maps. Saya berharap komunikasi nanti juga bisa dibantu, YouTube juga banyak kita gunakan untuk sosialisasi,” ungkap Budi.

Menurut Budi, edukasi dan promosi saat ini juga merupakan bagian penting dari industri kesehatan yang harus direformasi, sehingga tidak hanya bisa menggunakan publikasi buku ataupun koran. Masyarakat lebih banyak melihat gadget dan aplikasi seperti WhatsApp atau YouTube.

Sementara Google sendiri memang telah banyak menjalin kemitraan dengan sejumlah otoritas kesehatan di Indonesia untuk membantu penanganan COVID-19 yang masih berlangsung. Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf pun mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan adalah mitra utama Google.


Bagikan artikel ini