Oracle Indonesia : Cloud Computing Solusi Ketahanan Bisnis di Masa Pandemi


Gedung Oracle

Ilustrasi Gedung Oracle

Pandemi saat ini sangat mempengaruhi perkembangan bisnis dan menyebabkan situasi ketidakpastian bagi para pelaku bisnis. Tidak jarang pelaku bisnis terpaksa menutup usaha mereka, atau pun bertahan sebisa mungkin hingga menemukan fokus bisnis yang lebih kuat.

Menurut laporan World Economic Outlook (WEO) edisi Oktober 2020 sendiri, pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2020 diproyeksikan minus 1,5 persen, lebih dalam dibandingkan proyeksi kontraksi dari estimasi sebelumnya yang hanya minus 0,3 persen.

Maka dari itu, Iman Muhammad, Head of Applications Oracle Indonesia mengatakan bahwa bertahan untuk menghadapi tantangan bisnis di masa pandemi ini tidak mudah dan membutuhkan tindakan cepat serta tepat.

“Dan salah satu kunci untuk bertahan tersebut adalah harus memiliki visi atau pandangan ke depan,” ujar Iman, Senin (9/11/2020).

Menurut Iman, saat ini para pemimpin bisnis membutuhkan sebuah kemampuan serta sistem yang dapat mendukung mereka untuk mencapai tujuan mempertahankan bisnis sekaligus membantu pemimpin bisnis untuk merespon pasar pula.

Iman pun menerangkan, perencanaan bisnis untuk merespon pasar memerlukan koordinasi yang baik, konsultasi yang tepat, dam kolaborasi yang berkesinambungan satu dengan lainnya. Perencanaan pun membutuhkan pengelolaan data yang baik, dari jumlah pelanggan hingga pesaing bisnis.

“Kalau kita berbicara kecepatan, ini adalah masalah lain. Misalnya, pemilahan data atau memasukkan data secara manual tentunya akan memakan waktu. Ini bisa dikategorikan sebagai ketidakefisienan dalam bekerja dan pada saat yang sama organisasi ini terlalu lambat merespon pasar, tantangan, ataupun peluang yang ada,” tutur Iman.

Iman kemudian menegaskan, untuk mengantisipasi cara yang tidak efisien ini perusahaan dapat memanfaatkan teknologi coud atau komputasi awan. Perusahaan yang mengadopi cloud bisa lebih produktif, selain itu banyak bisnis yang sudah mengadopsi teknologi ini.

“Gartner memperkirakan penggunaan cloud meningkat 19% pada tahun 2020. Tingkat pertumbuhan yang sangat baik di mana sebelumnya angka ini diprediksikan untuk tahun 2023,” ungkap Iman.

Memusatkan data di cloud menurut Iman dapat mendorong kolaborasi, karena alur kerja serta penyimpanan data berada dalam satu sistem. Iman juga menuturkan, konsolidasi bisnis dengan teknologi cloud akan meningkatkan kepercayaan bisnis karena seluruh divisi akan menggunakan metode yang sama.

Cloud juga memungkinkan pebisnis melakukan pembaharuan data secara teratur untuk seluruh divisi,” kata Iman.

Tidak hanya cloud, Iman juga menyebut kecerdasan buatan juga dapat mempercepat perkiraan bisnis sehingga keputusan yang diambil pun juga lebih cepat. Kecerdasan buatan akan sangat berkontribusi dalam kelincahan bisnis, karena bisa memaksimalkan waktu untuk memverifikasi data dan efisien untuk merespon pasar.

Menurut Iman, informasi yang benar dan cepat dapat membantu eksekutif bisnis untuk mengambil keputusan yang lebih cepat. Selain itu, transformasi bisnis pun dapat dilakukan dengan mengadopsi teknologi cloud dan kecerdasan buatan.

“Melakukan modernisasi bisnis dengan cloud dapat meningkatkan kemampuan melakukan perencanaan dan analisis scenario. Pada akhirnya, akan menghasilkan transformasi bisnis,” terang Iman.

Pada ujungnya, Iman mengatakan, ketika sebuah organisasi bisa mengantisipasi perubahan serta tren bisnis akan adea nilai lebih bagi perusahaan dalam persaingan dan ruang lebih banyak untuk melakukan adaptasi.


Bagikan artikel ini