Pendistribusian Vaksin Dikawal dengan Teknologi Canggih IoT


Distribusi Alat Medis Covid-19

Ilustrasi Distribusi Alat Medis Covid-19

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac yang berjumlah tiga juta didistrubsikan ke 34 provinsi di Indonesia. hal ini sesuai dengan janji Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang akan mendistribusikan vkasin, sebelum masyarakat mulai bekerja di awal tahun ini.

Juru bicara vaksin COVID-19 dari PT Biofarma, Bambang Herianto menjelaskan proses pendistribusian itu telah melalui sejumlah persiapan yang matang. Dengan begitu, perjalanan vaksin menuju sejumlah daerah dapat berjalan dengan baik.

PT Biofarma menyiapkan sistem rantai dingin (cold chain). Sistem ini menerapkan suhu dingin di bawah delapan derajat celsius selama proses distribusi dan penyimpanan hingga akhirnya sampai siterima oleh fasilitas kesehatan. “Sehingga vaksin yang akan digunakan di masyarakat terjamin kualitasnya, ucap Bambang.

Sementara itu, Menurut Direktur Digital Healthcare Bio Farma, Soleh Ayubi bahwa vaksin COVID-19 ini sensitif terhadap perubahan suhu. Karenanya, proses pendistribusiannya akan memanfaatkan sistem digital.

“Diterapkan 2D data matrix dalam kemasan primer sekunder dan tersier guna memastikan identifikasi dan keaslian produk atau otentifikasi,” kata Soleh.

Bio Farma menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) dengan memasang sensor suhu dan Global Position System (GPS) pada kendaraan yang mengangkut vaksin dalam kendaraan dan posisi pergerakan kendaraan selama perjalanan dapat dipantau kapanpun dibutuhkan.

“Kami berpengalaman panjang dalam pendistribusian vaksin. Kini, kami melengkapinya dengan teknologi IoT yang dapat dimonitor melalui Command Center Holding BUMN Farmasi,” tambahnya.

Selama vaksin dalam perjalanan, apabila  terdeteksi suhu di luar batasan yang ditentukan, maka sistem akan mengirim peringkatan ke Command Center. Setelahnya, petugas di Command Center akan bertindak dengan menghubungi pengemudi yang membawa kendaraan dan memberikan instruksi yang diperlukan.