Rencana Pembangunan Pusat Data Nasional, BSSN: Pastikan Keamanan dan Dukung Industri Nasional


Badan Siber dan Sandi Negara

Ilustrasi Logo Badan Siber dan Sandi Negara

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), menyampaikan pentingnya memastikan keamanan siber dan juga perlunya dukungan kepada industri nasional dalam rencana pembangunan data center / Pusat Data Nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Proteksi Ekonomi Digital yang sekaligus menjadi juru bicara BSSN, Anton Setiawan

“Posisi BSSN sudah kita ketahui bersama yaitu memastikan keamanan siber nasional termasuk di dalamnya mendukung pembangunan industri nasional di dalam negeri", ujar Anton. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pemerintah Perancis menegaskan telah bersedia dan siap membiayai pembangunan Pusat Data Nasional (PDN).

Johnny G.Plate menjelaskan Pusat Data Nasional, jaringannya akan diintegrasikan ke data-data pemerintah dengan sistem keamanan yang berlapis dan memadai, sehingga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku. Pusat data yang akan dibangun juga diharapkan mampu mencegah terjadinya perpindahan data dari satu lembaga ke lembaga lainnya dan lebih memperkuat ketahanan data serta informasi nasional.

“Secara khusus hari ini Dubes menyampaikan komitmen pemerintah Perancis untuk terlibat dalam pembiayaan dan mengambil bagian di dalam pembangunan data center pemerintah di Indonesia yang dibiayai oleh pemerintah Perancis," ujar Johnny G. Plate melalui keterangan resminya, Jumat (17/7).

Menurut informasi yang dikutip dari website Kemkominfo, Indonesia setidaknya memerlukan empat lokasi Pusat Data Nasional, dimana empat lokasi tersebut adalah: Batam, Bekasi, Ibu Kota Negara di Kalimantan, serta Bitung. Hal tersebut dinyatakan dalam green book di Bappenas dan telah disetujui untuk pembiayaannya.

Pembangunan Pusat Data Nasional tersebut rencananya akan terbagi menjadi dua tahap. Untuk tahap pertama sesuai arahan presiden Jokowi akan dibangun dua Pusat Data Nasional terlebih dahulu. Dua lokasi itu di wilayah Bekasi dan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan.