Telkomsel Menjadi Operator Utama yang Akan Menggelar Jaringan 5G


Gedung Telkom Indonesia

Ilustrasi Gedung Telkom Indonesia

Telkomsel dikabarkan akan menjadi operator pertama yang akan menggelar jaringan 5G di Indonesia dalam waktu dekat setelah sebelumnya melalui tahap Uji Layak Operasi (ULO).

Di sisi lain, Operator telekomunikasi di Indonesia terus melakukan uji coba teknologi 5G sebelum nantinya dihadirkan secara komersial. 

“Kecepatan akses 5G bisa lebih dari 10 kali lipat, asalkan spektrumnya ideal. Idealnya lebar spektrum yang tersedia kan 100 MHz. Kalau yang tersedia hanya separuhnya, kecepatan aksesnya perlu diukur lagi di lapangan. Jadi memang sangat bergantung pada spektrum dan juga jumlah BTS (base transceiver station) yang dipasang,” ujar Pengamat Telekomunikasi dari Mastel,Nonot Harsono yang dikutip dari Beritasatu, Senin (24/5). 

Nonot juga menambahkan hadirnya 5G di Indonesia akan membuka banyak peluang dan pengalaman baru bagi penggunanya. Terdapat tiga klaster pemanfaatan 5G. Pertama adalah kecepatan akses yang lebih baik, dimana kecepatan 5G bisa mencapai lebih dari 10 kali lipat dibandingkan 4G.

Hal tersebut juga disampalikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate baru-baru ini juga bahwa hadirnya teknologi 5G di tengah kehidupan masyarakat akan memicu banyak perubahan pada model bisnis, baik di industri telekomunikasi maupun industri vertikal lain seperti manufaktur dan otomotif.

Dilansir dari Beritasatu, Menkominfo menjelaskan bahwa layanan 5G untuk komunikasi antar manusia atau human-to-human dapat meningkatkan interaksi manusia melalui berbagai platform digital, seperti virtual/augmented reality, video conference, dan social network untuk meningkatkan keamanan publik.

“Teknologi 5G pula akan seolah menghilangkan batas dalam interaksi manusia dengan mesin, misalnya dengan cara merealisasikan teknologi smart home, smart city, dan telehealth. Lalu dengan terciptanya komunikasi antar mesin (machine-to-machine), maka perubahan model bisnis akan semakin terasa dengan berkembangnya otomatisasi industri dalam rangka beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0 serta teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” tutur Johnny.