Microsoft Dorong Implementasi Smart City Berbasis Data dan Teknologi


Microsoft

Logo Microsoft

Berbagai negara, khususnya Indonesia saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang menuntut adanya penggunaan teknologi yang maksimal. Maka dari itu, Indonesia melalui Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) terus mendorong transformasi digital guna menghadapi industri 4.0 dengan mengimplementasikan smart city.

Smart city menjadi dasar atau fondasi untuk smart nation untuk meningkatkan ekonomi dan produktivitas. Semua ini pun harus dilakukan dengan semangat Making Indonesia 4.0 dan kolaborasi antar stakeholder,” tutur Garuda Sugardo, anggota Tim Pelaksana Wantiknas dalam webinar bertajuk “Kota Cerdas Untuk Mewujudkan Government 4.0”, Selasa (17/11/2020).

Garuda melanjutkan, smart city di Indonesia jelas dapat terwujud di 514 kota dan kabupaten jika semangat 4.0 terus dilanjutkan dan diterapkan dengan kolaborasi yang baik. Selain itu, juga perlu diketahui bahwa implementasi smart city dipayungi Perpres No. 96 Tahun 2014 terkait Rencana Pita-lebar Indonesia.

Pada praktiknya, Microsoft sebagai perusahaan penyedia teknologi mendukung implementasi smart city ini, dari memberdayakan masyarakat, komunitas, hingga kota secara keseluruhan. Pasalnya, lebih dari 50 persen masyarakat di beberapa tahun mendatang akan tinggal di wilayah perkotaan, maka smart city menjadi hal krusial untuk bisa diimplementasikan.

“Jumlah penduduk kota yang akan semakin meningkat ini akan menghasilkan data dengan jumlah yang sangat besar dari masing-masing pengguna perangkat pintar. Tentunya jumlah data besar ini menjadi peluang bagi kami memberikan insight yang bermanfaat bagi kesejahteraan kota,” kata Prasidhi Artono, Product Growth Manager Microsoft Indonesia.

Prasidhi menyampaikan, inovasi terus dilakukan di berbagai kota dunia untuk menjadi smart city. Inovasi dari pengunaan teknologi berbasis cloud hingga machine learning untuk kecerdasan artifisial terus dilaksanakan dengan bekerja sama bersama Microsoft.

“Kami melakukan tiga pendekatan untuk mendorong implementasi smart city pemerintah, yaitu koneksi dalam masyarakat, modernisasi kantor pemerintah, serta meningkatkan layanan pemerintah untuk masyarakat,” kata Prasidhi.

Koneksi masyarakat dan pemerintah menurut Prasidhi menjadi pendekatan awal yang penting. Hal ini karena masyarakat di berbagai kota, baik di Indonesia maupun luar negeri memiliki keinginan untuk akses ke layanan pemerintah yang mudah. Masyarakat menginginkan kepuasan interaksi yang sama ke layanan pemerintah seperti mengakses aplikasi yang digunakan sehari-hari.

Maka dari itu, kerja sama pemerintah di beberapa kota dunia dengan Microsoft untuk layanan berbasis cloud menjadi hal yang didorong oleh Microsoft. Melalui berbagai teknologi yang digunakan, smart city dapat terwujud untuk mensejahterakan masyarakat.

“Perpindahan layanan pemerintah dari jaringan lama ke cloud computing dapat memberikan respon yang lebih cepat terhadap permintaan masyarakat. Aplikasi berbasis cloud menjadi salah satu langkah membangun smart city,” jelas Prasidhi.

Selain peningkatan layanan pemerintah terhadap masyarakat, Microsoft juga mendorong modernisasi lingkungan pemerintah. Modernisasi ini dilakukan dengan transformasi koordinasi dalam pemerintah.

Transformasi koordinasi tersebut bisa dilakukan dengan koordinasi dan komunikasi yang tersentralisasi, konektivitas baik antara pekerja di kantor dan lapangan, serta berbagi informasi penting yang sensitif dan rahasia secara aman.

“Ketiga transformasi ini bisa dilakukan melalui Microsoft Teams yang juga bisa terintegrasi dengan aplikasi milih perusahaan. Selain itu, melalui Microsoft 365 kami juga memastikan data yang dibagikan aman dengan risiko serangan siber yang sangat kecil,” kata Prasidhi.

Microsoft Indonesia sendiri sudah terlibat dalam implementasi smart city dengan mendukung program jejak.in membersihkan limbah di sungai Citarum untuk kebersihan lingkungan dan perbaikan kualitas air.