Syarat Bagi Perusahaan yang Ingin Memulai Cloud


Cloud Provider

Ilustrasi Cloud Provider

Pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan yang berada diujung tanduk. Hal itu disebabkan banyak orang mulai mengurangi aktivitasnya atau yang biasanya bekerja di luar rumah menjadi bekerja di rumah sesuai dengan aturan pemerintah yang menegaskan tentang berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali khususnya di provinsi DKI Jakarta. Banyak perusahaan yang sudah menyiapkan strategi agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Disamping adanya pandemi ini, perkembangan teknologi juga semakin hari kian maju dan canggih. Pesatnya perubahan teknologi yang semakin canggih kini memberikan solusi bagi perusahaan-perusahaan mereka dalam mengembangkan dan menjalankan usaha mereka terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Banyak perusahaan saat ini membangun model bisnis  mereka dengan menggunakan cloud computing, yang kini telah menjadi tren baru dalam manajemen data center, terutama di Asia Tenggara.

Cloud bukan hanya solusi yang kekinian dan inovatif, melainkan Cloud menjadi solusi yang terbaik di masa pandemi ini yang dapat berlaku bagi semua jenis perusahaan. Namun banyak orang yang masih beranggapan bahwa Cloud hanya digunakan sebagai back-up untuk sistem yang berjalan, software ini memiliki banyak fungsi yang sebenarnya dapat digunakan perusahaan untuk menjalankan dengan mengembangkan walaupun perusahaan tersebut memiliki mobilisasi yang cukup tinggi di tengah pandemi ini.

Fenomena tersebut membuat Indosat Ooredoo menciptakan acara Connex Webinar Series Indosat Business dengan tema “Powering your business for the new way of working era”  pada kamis (17/9). Dan dihadiri oleh beberapa pembicara ternama yaitu Bayu Hanantasena  sebagai Chief business Officer Indosat Ooredoo, Gunawan Santoso sebagai Country Manager AWS Indonesia, Teguh Prasetya sebagai IT Expert and Chairman of ASIOTI, Paul Soegianto sebagai Chief Strategy Officer Blue Bird dan dimoderatori oleh Alex Budiyanto sebagai Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia.

Dalam webinar tersebut membahas mengenai solusi menghadapi bisnis pada era new normal. Salah satu topik yang dibahas adalah mengenai syarat bagi perusahaan yang ingin memulai Cloud. Dalam bahasaannya para pembicara menyiapkan jawaban masing-masing untuk membahas topik tersebut. IT Expert and Chairman of ASIOTI, Teguh Prasetya mengungkapkan, “Tips dan trik bagi perusahaan yaitu Cloud identik dengan penghematan, mengukur fleksibilitas Infromation and Communication Technologies (ICT) bagi perusahaan, yang terakhir, perusahaan ingin seberapa aman datanya yang ingin disimpan agar tidak terbongkar oleh hacker atau disusupi perusahaan lain”.

Paul Soegianto sebagai Chief Strategy Officer Blue Bird, Paul Soegianto juga mengungkapkan bahwa tips dan trik bagi perusahaan yang ingin memulai cloud adalah untuk cost and risk lebih rendah dengan menggunakan software tersebut, perusahaan menjadi lebih ekonomis dengan Cloud. Walaupun telah memiliki Cloud contract harus tetap diutamakan independen perusahaan dan Cloud dapat digunakan sesuai kebutuhan perusahaan.

Country Manager AWS Indonesia, Gunawan Santoso juga menjelaskan bahwa perusahaan harus benar-benar mengerti cloud economics, benefit, cloud provider, memperhatikan laporan yang jelas apabila Cloud mengalami down, memiliki partner yang dapat saling membantu dalam mengurus Cloud, apabila belum memiliki pengalaman mengenai Cloud dapat dicoba karena cloud provider menyediakan pembelajaran dan resiko yang dapat dimanage.