Trend Micro Adakan CLOUDSEC 2020 untuk Dorong Transformasi Digital


Trend Micro

Ilustrasi Trend Micro

Trend Micro, perusahaan global yang bergerak di bidang keamanan siber selama 30 tahun terakhir dan membantu mengamankan pertukaran data secara digital ini mendorong transformasi digital dengan mengadakan konferensi CLOUDSEC 2020.

CLOUDSEC 2020 sendiri adalah konferensi keamanan siber terbesar di industri tersebut, dan akan dilaksanakan dari tanggal 24 November hingga 26 November 2020 serta dilaksanakan sepenuhnya secara daring dikarenakan pandemi saat ini.

Pelaksanaan CLOUDSEC 2020 pun dilakukan setelah Trend Micro mengadakan survei sebelumnya. Survei menunjukkan, di era pandemi saat ini transformasi digital dan keamanan cloud menjadi topik paling hangat yang ingin diketahui responden, dengan presentase sebesar 79%.

Selain transformasi digital dan keamanan cloud, survei yang diikuti 2.064 responden dari pebisnis dan pembuat keputusan TI di seluruh Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika ini juga menunjukkan bahwa 62% ingin mengetahui tentang penelitian ancaman dan vulnerabilty, diikuti dengan 49% sisanya mengenai risiko dan pemenuhan.

Hasil tersebut tidak mengejutkan sampai batas tertentu, terutama dengan berbagai perusahaan yang mengakselerasi proyek transformasi digital mereka serta bermigrasi ke cloud sementara pandemi COVID-19 terus melemahkan pengaruh pada kolaborasi di kantor, produktivitas, serta inti di berbagai industri. Maka untuk bertahan, dibutuhkan inovasi dan teknologi baru.

Para responden pun juga menyebutkan poin keluhan yang sama. Pada survei, ditunjukkan bahwa mereka sering menghadapi ketidakmampuan untuk mendeteksi dan merespon ancaman yang lebih tinggi, di mana hal ini mengalami peningkatan tajam selama kuarter pertama pandemi COVID-19.

Selain itu, mereka pun juga megeluhkan kekurangan kemampuan keamanan tahunan, terutama dengan kejahatan siber yang lebih kompleks dan canggih.

Para responden juga menghadapi tantangan umum seperti usaha untuk memperoleh konfigurasi dan automasi keamanan cloud yang benar, dana untuk keamanan siber, perolehan visibilitas terhadap vektor ancaman di seluruh organisasi, dan keharusan secara konstan untuk mengatur investasi keamanan siber.

Ketika berbicara mengenai memperoleh pengalaman langsung, para responden paling mencari pengalaman mengenai keamanan otomatis serta pemenuhan postur remediasi. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak dari responden survei yang telah beroperasi di lingkungan cloud serta berurusan dengan miskonfigurasi akibat keamanan siber.

Miskonfigurasi akibat keamanan siber cloud tersebut pun tidak mengejutkan. Pasalnya, miskonfigurasi di lingkungan cloud adalah penyebab utama serangan siber yang berbasis cloud.

Responden pun tertarik pula pada pengalaman menangani skenario nyata yang menyinggung perlindungan aplikasi web serta server-less security. Ketertarikan tersebut menandakan, banyak dari responden yang sudah lebih maju dalam perjalanan menggunakan cloud.

Pengalaman langsung yang juga mendorong ketertarikan para responden adalah tentang penyebaran virtual patches berbasis jaringan serta intrusion prevention system (IPS), yang menunjukkan kerentanan sistem terus menjadi tantangan utama tim keaamanan di berbagai perusahaan.

“2020 adalah tahun yang penuh dengan tantangan untuk berbagai perusahaan. Namun di sisi terang, perusahaan menyadari potensi digital mereka,” kata Dhanya Thakkar, Senior Vice President Trend Micro Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika melalui press release yang diterima Cloud Computing Indonesia, Sabtu (14/11/2020).

Lebih lanjut, Dhanya juga menyampaikan bahwa melalui CLOUDSEC tahun 2020 ini, Trend Micro ingin merayakan kesuksesan kerja keras organisasi dan perusahaan dalam melakukan transformasi digital di lingkungan mereka.

“Melalui CLOUDSEC tahun ini, kami ingin merayakan kesuksesan usaha untuk transformasi digital di perusahaan-perusahaan ini. Industri teknologi adalah salah satu dari sejumlah kecil industri yang tidak tersendat akibat pandemi. Ini menunjukkan keutamaan teknologi dalam operasional bisnis,” tutur Dhanya.

Pada peringatan ke 10 tahun CLOUDSEC tahun ini, untuk pertama kalinya konferensi dilakukan secara virtual. Pada tiga hari konferensi, CLOUDSEC telah mengundang pembicara ahli dari perusahaan yang memimpin teknologi, seperti Amazon Web Services (AWS), DXC Technology, Dyson, IAG, IBM, IDC, Infosys, IKEA, Lotte, dan masih banyak lagi.

Konferensi tiga hari mengenai keamanan cloud ini juga akan menghadirkan 200 breakout tracks serta delapan laboratorium langsung untuk memenuhi kebutuhan para pelaku bisnis serta ahli teknis profesional.

Jika anda tertarik mengikuti konferensi ini, informasi lebih lanjut serta pendaftaran bisa dilihat di situs resmi CLOUDSEC, yaitu https://www.cloudsec.com.