Alibaba Ciptakan Alat Pertanian Pintar Berbasis IoT untuk Lawan Krisis Pangan


Kantor Alibaba Cloud

Ilustrasi Kantor Alibaba Cloud

Beberapa perusahaan teknologi China kompak membantu negaranya mengatasi krisis pangan. Dengan teknologinya Alibaba Group Holding Ltd, Pinduoduo Inc, hingga JD.com membantu alat untuk memudahkan kerja para petani di China.

Dikutip dari Detik, Selasa (23/2) Presiden China, Xi Jinping telah menjadikan krisis pangan sebagai masalah utama negara China. Hingga saat ini, 1,4 miliar orang di China memerlukan buah dan sayuran segar. Maka negara harus membantu 200 juta petani dalam memproduksi pertaniannya.

Alibaba diketahui membuat gelang pintar untuk peternak ayam. Gelang itu berfungsi untuk memantau kesahatan dari unggas. JD.com membuat sebuah sensor petani padi untuk mendapatkan informasi real time untuk irigasi. Sementara Pinduoduo Inc. bekerja sama dengan ilmuwan menggunakan artificial intelligence untuk mengotomatisasikan penanaman stroberi.

Teknologi-teknologi tersebut diharapkan dapat petani meningkatkan produksi, meningkatkan kualitas pangan, dan menurunkan harga. Selain akan menguntungkan negara dan warganya, keuntungan juga akan didapat oleh perusahaan.

Menurut seorang analis dari firma riset pasar Equal Ocean Liu Yue dengan adanya teknologi di dunia pertania bisa membantu negara untuk memperluas lapangan pekerjaan yang sejauh ini lebih banyak di pusat kota.

Pada saat para pemimpin China menekan monopoli di berbagai bidang mulai dari fintech hingga e-commerce, teknologi pertanian pintar adalah salah satu bidang di mana kepentingan komersial raksasa teknologi selaras dengan agenda nasional negara.

Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China menyatakan peningkatan investasi swasta untuk mengembangkan teknik pertanian modern dan memperkenalkan teknologi seperti Internet of Things (IoT), 5G, dan blockchain yang mengarah ke desa digital.