BABP Luncurkan Kartu Kredit Virtual Pertama di Indonesia Berbasis AI


Ilustrasi Bank

Ilustrasi Bank

PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), melalui anak perusahaannya PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) yang mengoperasikan aplikasi digital MotionBanking menjalin kemitraan dengan Visa Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman secara online. Memorandum of understanding (MoU) ini menjadi fondasi bagi keduanya untuk penerbitan kartu kredit virtual yang rencananya akan dinamakan MotionVisa.

"MNC Bank akan terus memperluas kemitraan untuk memperkaya MotionBanking dengan berbagai fitur yang semakin lengkap, seperti yang dilakukan saat ini, kolaborasi bersama Visa Indonesia untuk mengembangkan kartu kredit virtual MotionVisa," kata COO MotionBanking Teddy Tee di sela penandatanganan kerja sama Kamis (15/7/2021).

Dilansir dari Berita satu, MotionVisa merupakan kartu kredit virtual pertama di Indonesia dengan credit scoring berbasis artificial intelligence (AI) yang terkoneksi langsung dengan dinas kependudukan dan catatan sipil (dukcapil), sehingga menghasilkan persetujuan instan dan keputusan kredit yang jauh lebih cepat.

Teddy menjelaskan MNC Bank yakin MotionVisa akan memberi warna baru dalam transaksi online yang semakin pesat di Indonesia. Pengajuan kartu kredit virtual secara seamless di MotionBanking dengan persetujuan instan adalah yang pertama di Indonesia. "Kami juga sedang mengembangkan kerjasama-kerjasama untuk memperluas ekosistem dengan pihak ketiga,” kata dia.

Seperti kartu kredit fisik, kartu kredit virtual digunakan sebagai alat pembayaran untuk berbagai transaksi online, termasuk e-commerce. Kartu kredit virtual juga memiliki informasi 16 digit nomor kartu, tanggal kadaluwarsa, nama pemilik, serta kode card verification value (CVV) sebagai 3 digit angka tanda otoritasi pembayaran.

MotionVisa ini dilekatkan pada aplikasi MotionBanking, melalui fitur “apply credit card". Fitur ini menghadirkan proses pengajuan kartu kredit yang jauh lebih cepat dibanding cara konvensional. Kartu Visa saat ini diterima di lebih dari 200 negara, 70 juta lokasi merchant, dalam 160 mata uang dunia.

Presiden Direktur Visa Indonesia Riko Abdurrahman, menyatakan, Visa merasa senang dapat berkolaborasi mengembangkan kartu kredit virtual, dan bersama-sama menelaah ragam potensi kerja sama di bidang pembayaran digital. "Ini sangat relevan dengan Studi Visa Consumer Payment Attitude terbaru kami, yang menunjukkan bahwa 68% responden di Indonesia menyatakan telah mencoba berkegiatan tanpa uang tunai, dan 53% di antara mereka beralasan membawa lebih sedikit uang tunai di masa kini karena mereka lebih sering menggunakan kartu,” kata dia.