BPPT Ciptakan Tes Antibodi Pasca Vaksinasi COVID-19 Dengan Bantuan AI


Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dr. Hammam Riza, M.Sc.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ciptakan inovasi alat kesehatan yang digunakan sebagai tes cepat deteksi kuantitatif dan Rapid Diagnostic Test Antigen pada 2021.

"Vaksinasi yang tengah dilakukan berbagai wilayah membuat munculnya alat kesehatan yang digunakan sebagai tes cepat deteksi kuantitatif dan Rapid Diagnostic Test Antigen ini semoga menjadi bukti bahwa BPPT mengikuti saran Presiden Jokowi untuk berburu inovasi", ujar Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan yang dikutip dari Antara  news, Selasa (4/5).

Hammam menambahkan fungsi dari tes tersebut untuk mengukur kadar antibodi yang terbentuk setelah menjalani vaksinasi COVID-19. Apabila telah menjalani vaksinasi COVID-19, Hammam memaparkan, belum diketahui apakah antibodi sudah tercipta di dalam tubuh.

Oleh karenanya melalui alat tes cepat deteksi antibodi pasca vaksinasi itu, maka dapat diketahui apakah vaksinasi yang dilakukan pada seseorang telah menghasilkan antibodi.

"Kami akan segera luncurkan test kit antibodi ini, dan mendorong kesuksesan program vaksinasi. Dengan program vaksinasi yang massif dan terukur, maka diharapkan akan segera terbentuk herd immunity, dan herd imunity pun harus kita monitor dari waktu ke waktu," tambah Hammam.

Pihak BPPT terus melanjutkan kegiatan inovasi untuk penanganan COVID-19, yang berfokus pada kegiatan pelacakan (tracking), pengujian (testing) dan pengobatan (treatment).

Dalam menangani pandemi COVID-19 ini, BPPT telah meluncurkan sejumlah teknologi untuk meminimalisir penyebaran COVID-19 antara lain alat kesehatan yang digunakan sebagai tes cepat deteksi kuantitatif dan Rapid Diagnostic Test Antigen.

Aplikasi kecerdasan artifisial untuk deteksi COVID-19, pengurutan genom virus menyeluruh, database dan aplikasi kecerdasan artifisial untuk identifikasi dan pemanfaatan mikroba Indonesia, dan database bioprospeksi tanaman untuk pengembangan obat berbasis kecerdasan artifisial dan teknologi lainnya.