Teknologi Cloud Computing Semakin Menjadi Kebutuhan Bagi Fintech


Fintech

Ilustrasi Fintech

Triyono Gani, Kepala Eksekutif Group Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan bahwa adopsi teknologi komputasi awan atau cloud computing untuk financial technology (fintech) akan semakin dperlukan untuk keberlangsungan bisnis dan mengikuti kebutuhan masyarakat, sejalan dengan perkembangan jaringan 5G.

“Kami memiliki dan menunjukkan gestur positif untuk perkembangan inovasi keuangan Indonesia. Bicara soal cloud computing, dengan adanya bandwidth yang lebih besar, dengan adanya perkenalan 5G, semua bisa dilakukan dengan internet,” tutur Triyono dalam sebuah diskusi daring, dikutip Selasa (29/6/2021).

Triyono melanjutkan, konsep cloud sendiri dahulu mungkin kurang dilirik dikarenakan internet Indonesia yang masih belum sestabil sekarang. Namun dengan adanya jaringan 5G, semua menjadi mungkin dan efisiensi serta inovasi akan semakin marak. Selain itu, perkembangan yang muncul pun bersifat positif termasuk pula cloud.

Cloud sangat dibutuhkan. Betapa simpelnya untuk memanfaatkan cloud untuk penggunaan personal maupun industri. Tanpa cloud, fintech tidak akan mungkin diwujudkan,” jelas Triyono.

Head of Enterprise Digital Natives Sales Google Indonesia Sugianto Rahardja menambahkan, sektor fintech di Indonesia kini hadir untuk melakukan akselerasi terhadap finansial secara inklusif di skala nasional. Adanya dukungan teknologi cloud diharapkan dapat mempercepat hal tersebut.

“Melalui adanya cloud, bisa membantu di beberapa area. Fintech berada di ruang yang cepat dan fleksibel. Cloud bisa menyediakan kecepatan dan kelenturan itu. Lalu, dari segi biaya juga lebih efisien dan cloud ini juga serverless sehingga tidak perlu khawatir dan bahkan bisa membantu menyediakan teknologi dengan cepat,” kata Sugianto.

Sementara Lim May-Ann, Executive Director Asia Cloud Computing Association, optimis mengenai pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Menurutnya, masih banyak ruang dan potensi yang bisa digali di Indonesia terkait sektor ini.

Lim pun menyampaikan bahwa pihaknya sangat menantikan seperti apa perkembangan fintech di Indonesia terlebih dengan jumlah unicorn yang banyak. Lim menuturkan hal tersebut merupakan pondasi yang bagus untuk dapat menumbuhkan partisipasi dalam ekonomi digital, dan bukan hanya di Indonesia saja melainkan juga di Asia dan dunia.

“Sekarang adalah bagaimana menggunakan infrastruktur ini untuk mengakselerasinya lebih jauh. Ada banyak tools yang digunakan, termasuk di cloud, untuk dimanfaatkan di ruang bisnis maupun pelanggan. Runway untuk adopsi cloud di Indonesia masih sangat potensial untuk dieksplor,” pungkas Lim.