Enam Program Digital Kadin Jatim Menuju Jatim 4.0


Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur

Di saat masa transisi menuju new normal, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur terus mendorong dan mengajak pelaku bisnis agar dapat beradaptasi dengan industri 4.0. Kadin telah menyiapkan enam program bagi kalangan pengusaha untuk menjalani aktivitasnya di era normal baru. Langkah ini diambil supaya dunia bisnis di wilayah Jatim bisa tetap berjalan dengan baik. Dengan menjalankan keenam program digital ini, akan membantu Jatim bertansformasi menjadi Kadin Jatim 4.0.

Wakil Ketua Umum Bidang Telekomunikasi dan Teknologi Informatika Kadin Jatim, Tritan Saputra menjelaskan enam program yang akan diberikan. Program pertama yaitu Kadin Techno Ground yang berguna sebagai wadah yang dapat menghubungkan pelaku bisnis dan institusi perguruan tinggi dengan pasar. Pihaknya pun telah siap menjadi mitra bagi pemerintah daerah dan kementerian ataupun badan yang telah ditunjuk.

"Kadin Jatim siap menjadi mitra bagi pemerintah daerah dan kementerian ataupun badan yang ditunjuk. Dalam pelaksanaannya, Kadin Jatim akan berupaya mengembangkan techno park dan juga ruang pamer digital. Di sini semua produk bisa dipamerkan,” kata Tritan dalam acara Online Solusion Seminar (OSS) Kadin Jatim, Rabu (10/6/2020).

Program kedua yaitu Kadin E-Biz, lanjut Tritan, dimana pada program kedua ini, Kadin Jatim 4.0 akan menyediakan sistem e-commerce yang dapat digunakan oleh pelaku bisnis di Jatim sehingga dapat meningkatkan penjualan secara online dengan adanya sistem yang terintegrasi. Hal tersebut dinilai sangat tepat dalam mendukung kinerja pelaku bisnis di Jatim saat era new normal.

"Didukung juga dengan minat belanja masyarakat melalui marketplace yang tinggi," jelas Tritan.

Kemudian program ketiganya adalah Kadin EduTech Solution. Tritan menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing SDM dan lembaga/ instansi melalui Kadin Institute. Dalam edukasi ini akan diberikan dengan memanfaatkan basis teknologi seperti webinar.

Sementara program keempatnya yaitu Kadin Warung Digital. Dimana Kadin Warung Digital ini akan menjadi pintu masuk restoran atau kafe agar dapat tetap eksis di era keterbatasan jangkauan fisik seperti saat ini. Tak hanya itu, bahkan angkringan juga menjadi bagian dalam program ini

"Selanjutnya ada Kadin Warung Digital sebagai pintu masuk restoran atau kafe maupun angkringan untuk tetap eksis di era keterbatasan jangkauan fisik seperti sekarang," jelasnya.

Lalu, program kelimanya yaitu Rumah Bisnis Kadin yang dimiliki oleh Kadin 4.0. Dalam hal ini pihaknya akan menghadirkan kantor virtual yang dapat dijadikan solusi untuk para pelaku bisnis atau UMKM yang tidak memiliki kantor. Selain itu, Rumah Bisnis Kadin juga dapat dikembangkan menjadi sebuah co-working space. Pihak Kadin akan menyediakan satu ruangan kerja yang dapat diakses oleh semua pelaku bisnis.

"Co-working space ini nantinya akan mengedepankan sharing atau berbagi. Sehingga ruangan tersebut bisa digunakan oleh banyak pebisnis, mulai dari individu, komunitas, maupun perusahaan khususnya startup," jelasnya.

Dan program yang keenam yaitu Kadin BriCo atau Bridging Collaboration Meeting. Program ini bertujuan untuk dapat menjembatani pelaku IT dan industri agar dapat berkolaborasi dalam bisnis.

"Kami akan berupaya mempertemukan investor dengan pemilik ide," ujar Tritan.

Adapun program keenam yaitu Kadin BriCo atau bridging collaboration meeting, yang merupakan pertemuan pelaku IT dan pelaku industri. Program ini bertujuan untuk menjembatani kedua belah pihak untuk berkolaborasi dalam aktifitas bisnis, baik di lingkungan Jatim, Indonesia atau bahkan internasional. Tritan menjelaskan sebenarnya banyak kaum muda yang memiliki ide, namun mereka tidak mendapatkan support untuk mengembangkan ide tersebut. Oleh sebab itu, Kadin Jatim menyebutkan pihaknya akan berupaya mempertemukan investor dengan pemilik ide.

"Banyak kaum muda yang memiliki ide cemerlang yang harus diberi kesempatan untuk mengembangkan ide dan keahlian mereka. Saya pernah bertemu dengan anak muda yang umurnya masih sekitar 20 tahunan tetapi ia mampu membuat proposal bisnis dengan sangat sempurna. Mereka adalah anak muda yang ingin mendapatkan support. Kalau ini tidak diwadahi, saya takut mereka akan kehilangan arah," tandas Tritan.

Di sisi lain, Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menambahkan bahwa program-program tersebut disiapkan untuk dapat membentuk tatanan bisnis yang bersih, profesional dan transparan. Pihaknya kaan berusaha mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi Jatim dan nasional bahkan internasional.

"Kami berharap sinergisitas dunia usaha dan pemerintah provinsi serta daerah di era kenormalan baru ini bisa terus seiring sejalan. Dapat maju dan berkembang bersama untuk kemajuan Jatim," tutur Adik.