Industri Pengolahan Air Gunakan Teknologi Cloud


Ilustrasi Cloud Computing

Ilustrasi Cloud Computing

Revolusi Industri 4.0 mulai diimplementasikan pada industri pengolahan air dengan menggunakan basis teknologi cloud computing (komputasi awan) pada sektor hulu, proses antara dan hilir. Penerapan cloud computing tersebut berguna dalam pengambilan keputusan bisnis secara cepat dan langsung (real time) untuk mengoptimalkan layanan dan juga produksi bagi pelanggan.

“Kita tidak bisa bicara yang lain dalam kerangka revolusi Industri 4.0 jika masih menggunakan computing model lama,” jelas Arief Rakhmatsyah, VP Product Management, Cloud, & UC Telkomtelstra di Jakarta, Senin (23/9).

Arief mengatakan pengolahan air otomatis ini secara fundamental menggunakan layanan cloud, sebab cloud merupakan salah satu teknologi yang paling berkembang dengan luas di Indonesia, terutama dalam bidang keuangan. Selain itu, teknologi cloud berperan dalam mengembangkan inovasi, peningkatan efisiensi serta penghematan biaya dengan memberikan langkah-langkah berbasis hasil lebih banyak.

"Ini selaras dengan diskusi di industri air tentang perlunya pindah ke industri 4.0 pada akselerasi yang lebih cepat untuk mengimbangi teknologi digital dimana perusahaan utilitas di Indonesia perlu mengadopsi dan mengadaptasi hal-hal seperti keterlibatan pelanggan online, sensor cerdas, dan penggunaan analitik yang lebih baik", jelas Arief.

Supriadi, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan bahwa digitalisasi ini dapat meningkatkan kompetensi bagi produsen pengolahan air. Pada sisi hilir, informasi kepuasan pelanggan dapat menjadi indikator peningkatan kualitas layanan.

“Penerapan teknologi revolusi industri 4.0 dilakukan di sektor hulu, proses, dan hilir dari industri. Misalnya di sektor pengolahan air minum, di mana penempatan sensor-sensor menjadi bagian dari program digitalisasi dapat menentukan suplai air, kualitas, dan kuantitas air secara real time,” jelas Supriadi.

Supriadi juga menjelaskan bahwa Industri 4.0 ini menerapkan teknologi real time berbasis cloud computing dan Internet of Things sehingga syarat revolusi industri 4.0 berhubungan dengan kedua hal tersebut. Namun, keamanan siber (cyber security) tetap harus di perhatikan untuk menghindari kebocoran data yang disimpan.

"Implementasi teknologi dalam kerangka revolusi industri 4.0 dinilai menjadi langkah strategis pengubah (game changer) daya saing industri yang sesuai dengan tren saat ini", ungkap beliau.

Telkomtelstra menawarkan solusi teknologi antara lain Managed Security Services, Managed Cloud Services, dan Managed Network Services serta menawarkan solusi pengelolaan yang merupakan satu sistem terintegrasi yaitu hybrid cloud system, yang bekerja sama dengan Microsoft. Telkomtelstra sendiri merupakan provider untuk memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 82 tahun 2012 bahwa data stategis harus berada di Indonesia.