Kemendikbud : Talenta Digital Dorong Daya Saing SDM di Era Industri 4.0


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, DR Ahmad Saufi, S.Si, M.Sc., menyatakan bahwa pembentukan talenta digital sejak dini dapat mendorong daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia di era industri 4.0 saat ini.

“Adopsi teknologi pada Revolusi Industri 4.0 merupakan tantangan tersendiri, salah satunya berimplikasi adanya disrupsi teknologi dalam berbagai lini,” kata Ahmad dalam siaran virtual Samsung Innovation Campus (SIC), Senin (5/10/2020).

Ahmad juga mengatakan bahwa di masa depan akan muncul lebih banyak kompetensi baru. Ia juga mengatakan di masa depan akan ada tuntutan skill baru bahkan pekerjaan baru yang mungkin saat ini belum bisa dibayangkan.

Menurut Ahmad, keadaan pandemi COVID-19 saat ini seharusnya tidak menjadi penghalang bagi calon talenta digital, yang terdiri atas siswa SMA dan SMK. Para calon talenta digital ini seharusnya bisa tetap belajar dan mengembangkan inovasi mereka di dunia teknologi serta pendidikan.

Pandemi yang mendorong digitalisasi, seharusnya justru bisa mendorong pelajar dan pengajar untuk adaptasi dengan teknologi dan menguasainya dengan baik.

“Penguasaan IT ke depan, baik bagi yang belajar dan mengajar menjadi keharusan. Sementara untuk konten belajar saat ini, SMA dan SMK diberikan konten berbau teknologi,” jelas Ahmad.

Konten pembelajaran berbau teknologi tersebut termasuk didalamnya pengenalan dan pelatihan artificial intelligence (AI), machine learning, dan internet of things (IoT).

Industri 4.0 yang ke depannya berbasis nirkabel atau wireless, menurut Ahmad menjadikan dunia kerja semakin kompetitif dan dinamis sehingga penguasaan teknologi menjadi sebuah keharusan. Pengenalan sejak dini pun menjadi solusinya.

“Kalau sejak dini sudah dikenalkan, pelajar tidak akan gagap teknologi. Generasi sekarang juga sudah tahu apa itu gadget dan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, lebih dari sekadar alat komunikasi,” imbuh Ahmad.

Namun untuk mendorong para talenta digital, tetap diperlukan keterlibatan berbagai pihak dari pemerintah hingga sektor swasta. Keterlibatan dibutuhkan agar pengenalan dan pelatihan bagi calon-calon talenta digital bangsa dapat terwujud.

“Tak hanya lingkungan pendidikan, kontribusi perusahaan dan industri pun sangat berperan besar dalam hal ini,” pungkas Ahmad.