Kemenkominfo Dukung IoMT Sebagai Solusi Percepatan Layanan Kesehatan Digital


Transformasi Digital

Ilustrasi Transformasi Digital

Pemanfaatan teknologi digital saat ini dinilai menjadi solusi untuk dapat mengatasi kendala disparitas tenaga kesehatan dengan akses kesehatan yang belum sepenuhnya merata di Indonesia. Pemanfaatan teknologi ini berupa telemedicine, internet of medical things (IoMT), kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) hingga analisis big data.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nyoman Adhiarna dalam webinar bertajuk ‘Peran IoMT dalam Monitoring Pasien Diabetes’ yang diselenggarakan secara daring oleh Digihealth dan didukung Asosiasi HealthTech Indonesia.

Menurut Nyoman, sektor kesehatan merupakan hal terpenting dalam percepatan transformasi digital di Indonesia. Kemenkominfo pun mendukung keberadaan layanan IoMT yang menjadi salah satu agenda dalam percepatan transformasi digital. Inovasi IoMT sendiri akan memungkinkan perangkat perawatan kesehatan terhubung dengan internet sehingga data pasien dapat diperbaharui dan diakses langsung.

“Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sektor kesehatan dengan menggunakan teknologi digital, sehingga masyarakat Indonesia bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” kata Nyoman dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/11/2021).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Perkumpulan Endokrinologi Jakarta Raya (PERKENI Jaya) Tri Juli Edi Tarigan. Ia menuturkan, pada era pandemi saat ini penggunaan digital things atau internet of things (IoT) menjadi sangat relevan.

Terutama dengan teknologi digital yang kini bisa dimanfaatkan untuk pencegahan primordial, yakni pencegahan ancaman penyakit terutama diabetes dari masih dalam kandungan, kemudian pencegahan primer, sekunder, dan seterusnya hingga tahap pemantauan akhir.

“Jadi, penggunaan internet ini sangatlah relevan, terutama untuk program-program diabetes,” kata Juli.

Sementara itu, Advisor Indonesian Medical Association Ari Waluyo mengatakan bahwa inovasi medis yang ada dapat membantu untuk memantau penderita diabetes dari mana saja dan kapan saja, serta meningkatkan kemampuan self care penderita mengingat diabetes merupakan salah satu dari lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Selain itu, sejak pandemi ini cukup banyak tantangan yang harus dihadapi untuk dapat melakukan pemantauan kesehatan yang baik terhadap penderita penyakit kronis seperti diabetes. Ari menuturkan, keadaan ini bisa saja berpotensi menyebabkan peningkatan kematian dan komplikasi pada penderita.

“Teknologi internet of medical things dapat menjembatani hal ini, sehingga menciptakan efisiensi dan efektivitas pelayanan, serta pembiayaan,” kata Ari.

Kominfo pun terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong transformasi digital di sektor kesehatan guna mempermudah akses terhadap layanan kesehatan. Salah satunya dilakukan melalui penguatan infrastruktur telekomunikasi dan pemanfaatan aplikasi digital sehingga masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan digital seperti IoMT.

IoMT sendiri merupakan sebuah konsep di mana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk melakukan transfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer dan dimanfaatkan dalam sektor kesehatan.

Inovasi ini memungkinkan perangkat perawatan untuk terhubung dengan jaringan internet sehingga data pasien dapat dilihat dan diperbaharui secara real time. Pengguna IoMT pun dapat meningkatkan efisiensi biaya pelayanan kesehatan.


Bagikan artikel ini