Ketua DPD RI Gunakan Konsep Smart City untuk Pembangunan Ibu Kota Baru


Ilustrasi Smart City

Ilustrasi Smart City

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan kepada pemerintah mengenai pembangunan ibu kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara harus memperhatikan perspektif lingkungan dan potensi kebencanaan, sehingga ibu kota baru benar-benar bebas dari bencana banjir.

“Konsep smart city dan forest city atau the bush capital serta sekaligus dengan pemulihan dan perlindungan lingkungan harus menjadi ciri istimewa dan menjadi model percontohan perkotaan modern. Yang terpenting adalah bebas dari banjir,” ujar Ketua DPD RI, Mahmud Mattalitti yang dikutip dari Tribun news, Selasa (6/4).

Sebagai smart city, Mahmud menegaskan bahwa ibu kota baru sangat penting untuk menjadi kota yang terintegrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) beserta teknologi internet untuk segala Internet of Things (IoT) dengan cara yang aman untuk mengelola aset kota.

Di dalamnya, kata mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu meliputi sistem informasi pemerintahan lokal, sekolah, perpustakaan, sistem transportasi, rumah sakit, pembangkit listrik, jaringan penyediaan air, pengelolaan limbah, penegakan hukum dan pelayanan masyarakat lainnya sehingga efektif dan efisien dalam pelayanan.

Smart city harus menjadi pedoman pembangunan ibu kota baru. Smart City dicirikan dengan integrasi hal-hal yang bersifat pelayanan publik, sehingga hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat bisa dilakukan secara satu pintu”, pungkas Mahmud.