Data Pengelolaan Sampah Ditargetkan Terintegrasi dalam Big Data Tahun 2021


BigData

Ilustrasi BigData

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan semua data terkait pengelolaan sampah di seluruh Indonesia bisa terintegrasi dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang berkonsep big data.

“Ditargetkan pada tahun 2021 seluruh data pengelolaan sampah dan data lain terkait dengan Adipura, bank sampah dari 514 kabupaten/kota dapat terintegrasi pada aplikasi SIPSN,” kata Rosa Vivien Ratnawati, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

SIPSN sendiri merupakan sebuah platform untuk mengolah data pengelolaan sampah berkonsep mahadata atau big data agar data pengolahan sampah tersebut bisa dengan mudah diakses oleh berbagai pemangku kepentingan serta publik untuk mengetahui kondisi dari pengelolaan sampah di Indonesia dengan aktual dan akurat.

Vivien pun berharap, keberadaan SIPSN dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih akurat terkait bantuan untuk pengelolaan sampah serta memastikan langkah yang diambil juga tepat sasaran.

Selain itu, SIPSN pun juga diharapkan dapat menjadi bantuan data bagi para investor yang ingin memulai usaha atau menanamkan modal mereka. Hal ini guna membantu mereka dalam membuat rencana terkait sektor pengelolaan sampah.

“Kita akan mendapatkan big data juga untuk tahu yang sebenarnya mengenai bagaimana prospek dari pemenuhan bahan baku daur ulang dapat dipenuhi,” tutur Vivien.

Melalui konferensi pers yang sama, Ketua Dewan Pertimbangan Adipura Sarwono Kusumaatmadja menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan SIPSN. Ia menyampaikan, SIPSN dengan basis big datanya dapat digunakan untuk membantu memecahkan persoalan mengenai sampah.

“Kalau kita mengerti cara memakai SIPSN, maka itu akan sangat menolong untuk memecahkan permasalahan pengelolaan sampah,”  kata Sarwono.